Kepala Bappenas Libatkan Para Ahli Untuk Siapkan Rencana New Normal

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Bappenas telah menyiapkan secara detail dan melibatkan banyak ahli untuk mulai melaksanakan kehidupan normal baru di Indonesia, dengan hidup berdampingan bersama wabah virus corona (Covid-19).

0
ilustrasi via finance detik com
ilustrasi via finance detik com

KabarUang.com , Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Bappenas telah menyiapkan secara detail dan melibatkan banyak ahli untuk mulai melaksanakan kehidupan normal baru di Indonesia. Dengan hidup berdampingan bersama wabah virus corona (Covid-19).

Berkaca dari pengalaman keberhasilan negara lain dalam menangani pandemi Covid-19. Ada prasyarat yang diperlukan untuk bisa menjamin produktivitas dan keamanan masyarakat. Pertama syaratnya adalah  penggunaan data dan keilmuan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk penyesuaian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Syarat kedua yakni penyesuaian PSBB dilakukan melalui beberapa tahapan dan zona. Syarat ketiga, dilakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat melalui disiplin dan pengawasan oleh apparat.

Baca Juga  Klinik Terancam Tutup Akibat Naiknya Iuran BPJS

Keempat, harus ada review pelaksanaan penyesuaian PSBB yang dapat menimbulkan efek jera. Sehingga dimungkinkan adanya pemberlakuan kembali PSBB secara ketat apabila masyarakat tidak disiplin dalam beraktivitas.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Soeharso Monoarfa mengatakan kehidupan normal baru tersebut bukan berarti bahwa pemerintah akan melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah wabah Covid-19. Melakukan menyesuaikan kebijakan PSBB.

“Sekali lagi bukan pelonggaran tapi penyesuaian, kalau nanti memenuhi syarat, nanti akan dilakukan pengurangan PSBB.” kata dia saat telekonferensi, Kamis, 21 Mei 2020.

Pengurangan PSBB tersebut, dikatakan Soeharso, ditetapkan jika perhitungan para ahli bahwa Indonesia sudah siap melakukan pengurangan. Jika pengurangan sudah bisa dilakukan maka masyarakat diharapkan sudah bisa kembali beraktivitas dan berproduksi kembali.

Baca Juga  5 Gejala Bahwa Kamu Stres Berat!

Akan tetapi, dia mengingatkan, jika kebijakan itu mulai diberlakukan, maka masyarakat atau semua pihak harus konsisten dan betul-betul mematuhi pemberlakuan protokol kesehatan, seperti terus menjaga kebersihan, menggunakan masker, hingga menghindari kerumunan.

“Jadi mari kita jaga sama-sama kalau kita sudah melakukan penyesuaian yang mengurangi atau melonggarkan PSBB kita jaga dengan cermat agar kehidupan itu teratur dan sesuai dengan new normal,” ucap dia.

Baca Juga  Biznet Dukung WFH dan Layanan Online Learning Dengan Menaikkan Bandwidth

Walau begitu, Soeharso menekankan bahwa kebijakan untuk menuju kehidupan normal yang baru itu akan dilakukan peninjauan secara berkala. Jika penyesuaian PSBB itu semakin membahayakan masyarakat maka kebijakan PSBB akan diketatkan kembali.

“Kalau review di positif maka diteruskan, kalau review-nya negatif maka dikembalikan jadi cara baru, inilah yang disebut new normal,” tegas dia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here