Intensif Driver Dikurangi, Bisnis Grab Merosot Ditengah Pandemi

0

KabarUang.com, Jakarta – Pademi Covid-19 yang saat ini sedang melanda seluruh negara berdampak pada kinerja Grab. Dimana pendapatan perusahaan transportasi asal Malaysia ini merosot.

Ilustrasi via 60ftk.com

Co Founder Grab Tan Hooi Ling mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Tentunya, dalam kondisi ini pihak Grab membutuhkan uluran tangan para investor, terutama Softbank.

“Grab yang didukung oleh Softbank sedang mempersiapkan kemungkinan untuk musim dingin yang panjang,”ungkapnya dilansir Reuters.com.

Menurutnya, dampak dari Covid-19 ini, menurunkan penggunaan GrabBike, namun disisi lain, layanan pengantaran mengalami kenaikan. Untuk itu, hal ini berimbas pada driver Grab di Indonesia. Dimana pihaknya merubah skema bonus atau intensif bagi para mitranya.

Baca Juga  Imbas Corona, Uber PHK 6700 Karyawannya Dalam Waktu Kurang Dari Dua Pekan

Imbasnya yakni 45 komunitas driver Grab Malang Raya melakukan offbid massal atau berhenti beroperasi pada tanggal 18 hingga 22 Mei 2020.

Driver Grab di Malang Raya ini mengaku bahwa selama masa pandemi ini pendapatan menurun. Hal ini berlaku juga semenjak manajemen Grab mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan intensif pada mitra karena menurunnya orderan.

Seperti yang dialami oleh salah satu driver di Kota Malang, Moch Zainul Anwar yang mengatakan bahwa kebijakan itu diambil pihak Grab karena sudah banyak usaha yang tutup akibat pandemi. Inilah yang menyebabkan orderan Grab menurun.

Baca Juga  Suka Duka Bekerja di Perusahaan Starup

Sebelumnya, intensif yang diberikan jika berhasil memenuhi target berlian 350 bisa mendapat intensif sebesar Rp 155 ribu. Namun saat ini jumlah intensif yang diberikan hanya Rp 100. Jadi, driver kehilangan Rp 55 ribu ditambah dengan kurangnya orderan dibanding dengan hari-hari sebelum adanya pandemi. Hal ini membuat pengemudi Grab berkurang pendapatannya.

“Sangat jauh menurun. Ini memang sangat berpengaruh ke pendapatan kami,”ungkapnya.

Sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya ini, orderan Grab semakin menurun dari hari ke hari. Pasalnya saat ini masyarakat lebih sering beraktivitas di rumah. Bahkan untuk keperluan belanja, dia melakukan transaksi online sehingga tidak perlu keluar rumah (tidak membutuhkan Grab) untuk kegiatan berbelanja.

Baca Juga  Divisi Chip Alibaba Merilis IP Prosesor Inti Pertama

Zainul sendiri saat ini hanya bisa berharap agar pandemi ini bisa segera berakhir.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here