Imbas Corona, Uber PHK 6700 Karyawannya Dalam Waktu Kurang Dari Dua Pekan

Perusahaan transportasi daring Uber melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 6.700 karyawan dalam waktu kurang dari dua pekan.

0
ilustrasi via qz com
ilustrasi via qz com

KabarUang.com , New York – Perusahaan transportasi daring Uber melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 6.700 karyawan dalam waktu kurang dari dua pekan.

Pengurangan 6.700 karyawan ini setara dengan 25 persen total karyawan perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu. Uber mengambil langkah drastis ini karena krisis yang dialami perusahaan akibat pandemi virus corona.

Uber pertama kali mengumumkan telah melakukan PHK 3.700 pegawai penuh waktu mereka sekitar dua pekan lalu. Pada Senin (18/5) waktu setempat, Uber kembali mengumumkan pengurangan 3.000 karyawan.

Dalam emailnya kepada karyawan hari Senin (18/5). CEO Dara Khosrowshahi mengatakan Uber juga akan menutup atau mengkonsolidasikan 45 kantor di seluruh dunia. Tidak hanya itu, uber juga sedang mempertimbangkan perampingan untuk bisnis lain, seperti pengiriman.

Baca Juga  President Grab Indonesia Bekerja Sama Dengan Pihak Ketiga Untuk Pastikan Keamanan Data Pengguna Terlindungi Dengan Baik

“Neraca kami kuat, (Uber) Eats sangat baik, wahana terlihat sedikit lebih baik, mungkin kita bisa menunggu virus sialan ini keluar. Saya ingin ada jawaban yang berbeda,” kata Khosrowshahi kepada karyawan via email.

“Biarkan aku berbicara dengan beberapa CEO lagi mungkin salah satu dari mereka akan memberitahuku kabar baik, tetapi tidak ada kabar baik untuk didengar.”

Babak terakhir perampingan Uber, pada 6 Mei, memengaruhi 3.700 karyawan, yang merupakan 14 persen dari tenaga kerja Uber saat itu. Putaran PHK baru ini akan meninggalkan Uber dengan sekitar 20 ribu karyawan.

Baca Juga  Kemenkeu Jelaskan APBN 2020 Masih Jadi Tantangan Ditengah Lemahnya Perekonomian Global

Khosrowshahi mengatakan kepada karyawan dalam email bahwa Uber telah “bekerja untuk memberikan manfaat pesangon yang kuat dan dukungan lain bagi mereka yang meninggalkan Uber. Seperti cakupan layanan kesehatan dan direktori bakat alumni.”

Dalam pengajuan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa pada hari Senin (18/5), Uber memperkirakan akan mengeluarkan biaya 175 juta dolar AS hingga 220 juta dolar AS terkait dengan PHK. Sebagian besar pada kuartal kedua 2020, termasuk sekitar 110 juta dolar AS hingga 140 juta dolar AS yang terkait dengan pesangon.

Baca Juga  PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Ajukan Perubahan Harga Jual Rata-Rata Batu Bara

Biaya itu sudah termasuk untuk penutupan kantor perwakilan di beberapa negara.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here