Bank of Japan Luncurkan Dana Pinjaman Untuk UMKM Sebanyak 30 Triliun Yen

Bank sentral Jepang (Bank of Japan/ BOJ) memutuskan meluncurkan fasilitas pinjaman baru pada Jumat (22/5) kemarin. Fasilitas ini utnuk menyalurkan lebih banyak dana ke usaha kecil dan menengah yang mengalami tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

0
ilustrasi via ft com
ilustrasi via ft com

KabarUang.com , Tokyo – Bank sentral Jepang (Bank of Japan/ BOJ) memutuskan meluncurkan fasilitas pinjaman baru pada Jumat (22/5) kemarin. Fasilitas ini utnuk menyalurkan lebih banyak dana ke usaha kecil dan menengah yang mengalami tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Bank sentral Jepang mengatakan akan menyediakan dana sekitar 30 triliun yen ke bank-bank lain untuk disalurkan ke usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kelompok ekonomi yang paling terdampak pandemi virus corona.

Bank sentral Jepang juga berencana membeli obligasi perusahaan dan kertas komersial lainnya senilai 20 triliun yen. Bank of Japan juga mengumumkan pembiayaan untuk utang swasta senilai 25 triliun yen.

Baca Juga  Pertemuan Pra-Anggaran Dengan FM: Ekonom Mencari Hukum Tipe-IBC Untuk Sektor NBFC Tentang Reformasi Pajak

Perekonomian terbesar ketiga di dunia itu jatuh ke dalam resesi. Selain pandemi, Negeri Sakura juga harus menghadapi pertumbuhan konsumsi yang stagnan, merosotnya pariwisata dan menurunnya ekspor.

Seperti dilansir Reuters, Jumat, dalam pertemuan kebijakan darurat, BOJ juga memperpanjang batas waktu untuk serangkaian langkah yang dikerahkan guna memerangi dampak Covid-19. Di antaranya, percepatan pembelian utang perusahaan hingga enam bulan atau sampai Maret 2021.

Seperti yang sudah diharapkan secara luas, BOJ mempertahankan pengaturan moneter mereka. Termasuk, target suku bunga jangka pendek -0,1 persen dan janji untuk memandu hasil obligasi pemerintah 10 tahun dengan yield sekitar nol persen.

Baca Juga  Pemerintah Terus Genjot UMKM agar Terus Meningkat

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda tidak mengadakan konferensi pers mengenai kebijakan ini, menurut bank sentral.

BOJ melonggarkan kebijakan moneter untuk dua bulan berturut-turut pada April dengan meningikatkan pembelian aset berisiko. Mereka juga berjanji untuk membeli obligasi pemerintah dalam jumlah tidak terbtas guna memerangi pandemi Covid-19.

Pada bulan lalu, Kuroda telah menginstruksikan stafnya untuk mengerjakan fasilitas pinjaman baru dengan menargetkan bisnis kecil yang dilanda krisis akibat pandemi.

Dalam kerangka skema yang dirilis pada April, BOJ mengatakan, fasilitas baru ini akan menawarkan pinjaman tanpa bunga kepada lembaga keuangan. Khususnya untuk mereka yang meningkatkan pinjamannya kepada perusahaan kecil dengan memanfaatkan program jaminan pemerintah.

Baca Juga  Acara Era Bangkit Expo di ICE BSD Targetkan Sebanyak 10rb Pengunjung

Fasilitas tersebut juga menawarkan pembayaran bunga 0,1 persen untuk pemberi pinjaman yang sudah meningkatkan kuota pinjaman kepada usaha kecil.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here