Tenaga Medis AS Frustasi, Alat Pelindung Diri Kurang Tersedia

0

KabarUang.com, Jakarta – Baru-baru ini, sebanyak 3.003 orang meninggal di Amerika Serikat (AS) akibat pandemi yang tengah terjadi di berbagai dunia. Edikitnya ada 160.698 kasus corona yang sudah terdeteksi di AS.

Jumlah ini berdasarkan perhitungan kasus di setiap negara bagian. Sementara Hawaii dan Wyoming menjadi wilayah yang tidak memiliki jumlah korban akibat corona. Jumlah korban terbanyak terjadi pada Senin (30/3).

Ilustrasi via LineToday.com

Dengan jumlah banyaknya kasus itu, banyak tenaga medis merasa kewalahan. Di sisi lain, kurangnya alat pelindung diri. Salah satu dokter di rumah sakit AS mengatakan bahwa ini adalah keadaan yang darurat.

Baca Juga  Jokowi Ajak Negara-negara Non Blok Hadapi Corona Bersama

“Kita bergerak menuju kekacauan,”ungkap dokter di Rumah Sakit Jackson Memorial, Miami, yang namanya tidak disebutkan, dilansir CNN.

Para dokter ini merawat pasien virus corona dengan rasa trauma. Hal ini karena mereka memiliki pengalaman dan penelitian bekerja tanpa peralatan dan perlengkapan yang memadai di lapangan.

Di rumah sakit New York ini seorang dokter anestesi mengatakan bahwa petugas medis disana terpaksa melakukan tugasnya tanpa peralatan dan perlengkapan yang seharusnya. Selain itu juga rumah sakit yang ada kekurangan ventilator.

“Segala sesuatunya tidak cukup,”ungkap salah satu dokter itu.

“Pasiennya sangat banyak sehingga kita tidak mungkin menangani semuanya,”keluhnya lagi.

Baca Juga  Menteri ESDM Hentikan Ekspor Gas ke Singapura

Menurut Jeff Duchin, seorang petugas kesehatan di Seattle, AS, banyaknya korban terinfeksi corona karena warga AS tidak mematuhi peraturan. Seruan untuk jaga jarak itu mereka larang sehingga tidak memperlambat laju virus.

“Kita melihat seharusnya pengurangan kontak orang itu seharusnya ditingkatkan,”ungkap Duchin.

Salah satu Direktur Institute Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthoni Fauci mengatakan bahwa dirinya tidak heran banyak yang meninggal ketika kebijakan social distancing dilanggar.

“Saya tidak terkejut jika kita melihat 100.000 orang meninggal,”ungkapnya.

Penelitian yang dilakukan Institute for Disease Modeling berdasarkan data dari Departemen Kesehatan Washington dan Facebook menunjukkan bahwa adanya perubahan mobilitas berkaitan dengan pengurangan penularan Covid-19.

Baca Juga  BNI Syariah Siap Luncurkan Aplikasi Thawaf Bekerjasama Dengan Kuwais International

Dengan begini, warga AS diminta tidak berkumpul melebihi 10 orang. Selain itu juga, hindari bepergian serta batalkan semua kunjungan sosial. Penduduk manula pun diminta untuk bertahan di rumah dan tidak pergi kemanapun.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here