Skenario Terburuk Dampak Covid-19, Dolar AS Tembus Rp 20.000

0

KabarUang.com, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan soal proyeksi perekonomian nasional di tengah wabah corona. Hal ini dia sampaikan pada rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI yang digelar secara virtual.

Erick mengatakan berdasarkan data yang didapat dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementrian Keuangan ada dua skenario yakni skenario berat dan sangat berat.

Ilustrasi via MarketBisnis.com

Menteri BUMN itu mengatakan bahwa awalnya pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%. Namun, adanya pandemi ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia turun sangat tajam, di mana untuk skenario terburuknya yakni hanya tumbuh 2,3%. Skenario yang sangat berat lainnya yakni pertumbuhan ekonomi ini berada di -0,4%.

“Skenario berat saat ini pertumbuhan diprediksi 2,3%, bahkan akan turun jauh sangat berat -0,4%,”ungkap Erick.

Baca Juga  Jepang Mulai Buka Bioskop Setelah Sekian Lama Tutup Karena Pademi Covid-19

Tak hanya itu, Erick juga menyampaikan bahwa proyeksi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan akan masuk skenario terberat mencapai Rp 17.500. Kemudian, untuk skenario sangat beratnya bisa mencapai Rp 20.000.

Skenario berat dan sangat berat

Selanjutnya inflasi mencapai 3,9% dalam skenario berat, sedangkan untuk skenario sangat berat jatuh di 5,1%.

“Nilai tukar rupiah juga melemah menjadi Rp 17.500, sangat berat Rp 20.000. Inflasi 3,9% berat, sangat berat 5,1%,”tambahnya.

Sementara, dari Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan saat ini bank sentral memandang bahwa rupiah masih dalam level yang memadai.

“Bahwa BI akan melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah agar bergerak stabil dan dengan stabilitas yang seminggu terakhir berjalan baik,”ungkap Perry pada video conference di Jakarta, Kamis (02/04).

Baca Juga  Indonesia - Rusia Semakin Kuat Bangun Hubungan Internasional di Bidang Perekonomian dengan Berinvestasi

Dia mengungkapkan stabilitas terjaga di pasar modal, pasar keuangan serta bank sentral. Ketiganya akna terus menjaga kondisi ini.

“Dengan langkah bersama, kami punya keyakinan, nilai tukar tidak hanya stabil dan cenderung menguat dan bisa Rp 15.000 hingga akhir tahun ini,”ungap Perry.

Menurutnya, saat ini nilai tukar rupiah masih undervalued. Namun, confidence pasar sendiri sudah terbangun dan akan menguat di akhir tahun. Dia pun menjelaskan bahwa hal-hal yang disampaikan dalam konferesni Pers Komite Stabilisasi Sistem Keuangan (KSSK) di mana nilai tukar dalam skenario berat berada di kisaran Rp 17.500 dan sangat berat berada di Rp 20.000 hanya kemungkinan.

Baca Juga  Kelima kalinya, Pemkot Mataram Kembali Raih Predikat WTP

“Kami tekankan angka makro itu adalah what if, bukan proyeksi nilai tukar yang skenario berat Rp 17.500 dan Rp 20.000 itu bukan proyeksi. Nilai tukar saat ini memadai dan stabilisasi koordinasi yang erat maka akan cenderung menguat di level Rp 15.000 pada akhir tahun ini,”jelasnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here