Sektor Usaha Ini Berpotensial Menjadi Winners Ditengah Corona, Kemenkeu Coba Atur Kebijakan Untuk Usaha Tersebut

Berdasarkan data lembaga statistik realtime dunia, WorldMeter, kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi hingga Minggu, 5 April 2020 mencapai 1,2 juta orang. Adapun, 64.754 orang dinyatakan meninggal dan 246.000 orang diketahui telah sembuh dari pandemi asal Wuhan China itu.

0
ilustrasi via ekbis sindo news com
ilustrasi via ekbis sindo news com

KabarUang.com , Jakarta – Berdasarkan data lembaga statistik realtime dunia, WorldMeter, kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi hingga Minggu, 5 April 2020 mencapai 1,2 juta orang. Adapun, 64.754 orang dinyatakan meninggal dan 246.000 orang diketahui telah sembuh dari pandemi asal Wuhan China itu.

Di dalam negeri, pemerintah mengungkapkan bahwa setidaknya telah terjadi 191 kematian akibat Covid-19 sejak awal Maret 2020 dengan 2.092 kasus positif dan 150 orang dinyatakan sembuh. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus merangkak naik mengingat baru sedikit daerah di Tanah Air yang melakukan tes corona secara massal terhadap warganya. Daya rusak Covid-19 dipercaya telah merasuk keberbagai sendi kehidupan, termasuk sektor usaha dan bisnis.

Baca Juga  Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Melansir Harga Cabai Rawit Kian Melejit

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa tidak semua sektor usaha atau industri mengalami tekanan akibat mewabahnya virus corona (Covid-19). Dia menilai, masih ada beberapa industri yang mengalami keuntungan akibat wabah itu.

Berdasarkan sejumlah data yang dia suguhkan saat rapat kerja virtual dengan Komisi XI DPR RI serta Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) maupun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), setidaknya delapan industri yang dikategorikannya sebagai potensial winners.

“Covid timbulkan dampak negatif di semua negara, tapi tidak semua sektor alami negatif. Ada sektor yang diperkirakan jadi winner atau loser,” kata dia saat rapat virtual tersebut, Senin, 6 April 2020.

Baca Juga  Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Pejabat Pertama dan Pasien ke 76 Positif Corona di Indonesia

Berdasarkan pemaparannya, delapan industri yang dikategorikannya sebagai winner itu diantaranya industri Tekstil dan Produk dari Tekstil; Kimia, Farmasi dan Alat Kesehatan; Makanan dan Minuman; Elektronik; Jasa Telekomunikasi; serta Jasa Logistik.

Adapun yang sektor industri yang dikategorikannya sebagai potensial losers diantaranya industri Pariwisata, Konstruksi, Transportasi Darat, Laut dan Udara, Pertambangan, Keuangan serta Otomotif. Sedangkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah maupun Pertanian dikategorikannya diantara losers dan winners.

“Jadi beberapa sektor akan mengalami booming luar biasa karena permintaan tidak terbatas tapi juga ada yang sektor-sektor yang mengalami situasi sulit,” tegasnya.

Baca Juga  Jumlah Total Infeksi Corona di Spanyol Semakin Banyak, Ini Tanggapan Para Pembisnis Akibat Lockdown

Dengan adanya pemetaan atau pengelompokan tersebut, di tegaskan Sri, maka pemerintah bisa memberikan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan situasi dan kondisi sektor usaha tersebut. Sehingga pola mitigasi krisis sektor kesehatan dan kemanusiaan akibat virus tersebut bisa lebih efektif terhadap ekonomi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here