Produksi Jagung Tetap Surplus Ditengah Pandemi Covid-19

0

KabarUang.com, Jakarta – Kementrian Pertanian (Kementan) memperkirakan bahwa produksi jagung pada Maret hingga April 2020 ini mencapai 9,3 juta ton. Dimana angka ini dihasilkan dari produksi pada Maret yang mencapai 6 juta ditambah dengan 3,3 juta ton pada April ini.

Ilustrasi via Media Indonesia

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan produksi jagung ini bisa dikatakan surplus. Hal ini karena jumlahnya melebihi kebutuhan industri pakan ternak dan konsumsi masyarakat.

“Kebutuhan industri pakan ternak dan konsumsi sebulan rata-rata 1,5 juta ton, sehingga surplusnya cukup,”ungkap Suwandi melalui telekonferensi, Selasa (7/4).

Dirinya juga menjelaskan bahwa surplus ini terjadi di beberapa wilayah. Dimana dampaknya adalah terjadinya penurunan harga jagung di beberapa wilayah.

Baca Juga  Wings Group Bantu Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Melalui Gerakan #WINGSTanggapCorona

“Ini berdampak kepada harga jagung yang sudah terjadi saat ini. Di beberapa tempat memang terjadi surplus dan tadi infomasi dari provinsi ada yang sudah turun,”ungkapnya.

Hal ini seperti panen yang terjadi di wilayah Sukabumi. Dimana mereka bahkan mencapai surplus 124.077 ton, padi dan jagung yang cukup untuk digunakan selama beberapa bulan ke depan.

“Iya benar di Kabupaten Sukabumi saat ini sedang panen raya padi dan jagung yang dimulai dari bulan Februari dan masih tetap berlangsung hingga April,”ungkap Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat, dalam keterangannya.

Baca Juga  Akibat Dari Ketegangan di Timur Tengah Harga Minyak Melonjak Naik

Dia mengatakan bahwa pada bulan Maret panen jagung dilakukan di lahan seluas 11.072 hektare atau setara dengan jagung pipil kering sebanyak 62.889 ton. Lalu pada bulan April, panen dilakukan di lahan seluas 660 hektare atau setara dengan jagung pipil sebanyak 3.749 ton.

Di daerah lain, yakni Indramayu, panen jagung juga dinyatakan tetap tinggi meski ditengah pandemi.

“Luas panen jagung bulan Maret mencapai 265 hekatre. Prediksi April seluas 530 hektare. Harga jagung pun membuat petani tersenyum, Rp 4.000 per kilogram pipil kering panen,”ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid.

Baca Juga  Menkeu Sri Mulyani Dukung Penandatangan Perang Dagang China dan AS

Saat ini Kementan tengah melakukan berbagai upaya untuk mendekatkansentra produksi jagung dengan indusri yang ada, sehingga mudah dalam membeli jagung hasil tani.

“Kuncinya ada di distribusi dan memperlancar arus informasi, di daerah mana saja yang panen dan mana yang membutuhkan. Informasi ini yang mempertemukan kedua belah pihak sehingga semakin lancar ke depannya,”jelas Suwandi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here