Mudik Tidak Jadi Dilarang, Begini Alasannya!

0
Ilustrasi mudik via otomartid

KabarUang.com, Jakarta – Juru Bicara Joko Widodo (Jokowi), Fajroel Rachman mengatakan bahwa masyaraka diperbolehkan mudik saat lebaran Idul Fitri nanti. Namun, bagi masyarakat yang berstatus ODP ( Orang Dalam Pemantauan) diminta untuk mengisolasikan diri secara mandiri selama 14 hari.

Di sisi lain, Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan memaparkan alasan mengapa masyarakat diizinkan mudik di lebaran tahun ini.

“Jadi pertama, pertimbangan utamanya bahwa orang kalau dilarang mudik, mereka mau mudik saja. Jadi kita gak mau, hanya sekarang kami imbau kesadaran bahwa kalau anda mudik pasti membawa penyakit. Ya, hampir pasti penyakit. Kalau bawa penyakit itu di daerah terbuktu ada yang meninggal, bisa keluargamu itu,”ungkap Luhut memberikan ilustrasi.

Baca Juga  Produksi Masker dan APD Dalam Negeri Nggak Kalah dengan Luar

Luhut mengatkan bahwa pemerintah hanya tidak ingin hal buruk terjadi. “Karena itu kami anjurkan tidak mudik karena kami berikan komoensasinya di sini,”tambahnya.

Adapun, kompensasi yang dimaksud Menteri Maritim dan Investasi itu merujuk pada pernyataan Mensos Julian P. Batubara, dimana adanya pemberian bantuan sosial khusus di DKI Jakarta.

Luhut menegaskan bahwa pertimbangan utamanya agar ekonomi tidak mati sama sekali. “Ini kami lihat, setelah kita hitung, semua adalah pilihan terbaik dari banyak pilihan,”jelasnya.

Soal masa liburan sendiri, masih dalam masa pertimbangan. “Tadi ada usulan, kita sedang menerjemahkan semua, nanti liburan ini mungkin diberikan lebih banyak di akhir tahun atau bagaimana. Kami sedang meneruskan teknis di bawah untuk pelaksanaan itu,”tutupnya.

Baca Juga  Dibalik Padamnya Listrik Serentak, 18 Kereta Api Mengalami Keterlambatan Keberangkatan

Di samping itu, pernyataan mudik diperbolehkan ini membuat supir angkutan kota merasa senang namun sedikit khawatir. Seperti yang dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Ateng Aryono yang menyambut baik kebijakan itu.

“Menyangkut perjalanan itu jadi domain kita. Sebetulnya dari sisi bisnis pergerakan itu menjadikan kita punya kesempatan untuk berbisnis. Itu pelauang buat kita,”ungkapnya bahagia.

Meski begitu, ada perasaan takut karena pandemi ini belum usai.

Baca Juga  29 Bank Kredit Kecamatan se-Jawa Tengah Patungan Rp 2,3 Triliun

“Di hati kita yang paling dalam kita pun nggak ingin jadi bagian dari proses interaksi penyebaran. Kita nggak ingin. Itu sesuatu yang dilematis sesungguhnya buat kita. Kita bisa jalanin ini 100% tapi apakah tidak akan jadi potensinya (penyebarannya) ? Kan kita nggak tahu. Ini kan penyakit baru, efeknya belum tahu akan seperti apa,”tambahnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here