Harga Beras Tetap Ditengah Pandemi Covid-19

0

KabarUang.com, Jakarta – Beberapa wilayah Indonesia sudah panen padi. Menurut data dari Kerangka Sampling Area (KSA) BPS prediksi luas panen April sebesar 1,73 juta hektar atau setara dengan 5,72 ton beras.

Untuk Mei sendiri diperkirakan sebanyak 3,8 juta ton beras. Dimana akan ada surplus 2,8 juta ton beras untuk produksi bulan ini. Perkiraan stok beras pada April ini sebesar 6,7 juta ton dan akan mencapai 8 juta ton beras pada bulan Mei nanti.

Ilustrasi via Bisnis.com

Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras, Sutarto Alimoeso mengatakan bahwa kondisi beras di Indonesia ini masih cukup dan surplus dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini bahkan untuk menghadapi bulan Ramadhan.

Baca Juga  Ditengah Masa Kesulitan COVID-19 Gubernur California Berikan Bantuan Makanan Bagi Lansia

“Memang bulan Maret kemarin produksinya belum di puncak seperti halnya tahun-tahun lalu. Ya karena petani-petani ini musim tanamnya bergeser, banyak yang tanam di Januari,”ungkap Sutarto, dilansir Wartaekonomi.com.

Soetarto pun mengapresiasi langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi panen hari raya nanti. Dimana sudah ada geraka menjaga harga aman melalui Komando Strategi Penggilingan Padi (Konstraling).

“Kebetulan Perpadi ambil bagian dalam program ini. Jadi Kementan itu menggandeng penggilingan-penggilingan kecil untuk bantu serap gabah petani, nah darimana modalnya, digandeng jugalah lembaga keuangan seperti KUR dari perbankan untuk membiayai penggilingan yang kecil-kecil ini,”ungkapnya.

Baca Juga  Anies Perpanjang Work From Home, Sampai Kapan ?

Pemerintah berupaya agar harga beras tetap meski ditengah pandemi

Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras ini mengakui bahwa pemerintah sudah selangkah lebih maju agar harga tidak bergejolak meski ditengah pandemi. Disamping itu juga, pemerintah sudah menghidupi kembali penggilingan skala kecil agar lebih produktif. Saat ini, sudah banyak yang menikmati program ini, mereka pun jadi punya modal untuk mengembangkan usahanya, seperti membeli alat pascapanen.

Untuk itu, dia juga meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan pangan dalam negeri ini. Hal ini karena hitungannya bulan ini memang sudah puncak panen raya. Kondisi Covid-19 ini tidak akan membuat produksi petani berhenti. Hanya saat ini yang perlu dijaga adalah jangan sampai ada hambatan produksi beras di penggilingan padi serta distribusi antar wilayah.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here