Erick Thohir Apresiasi Garda Terdepan Penanganan Corona, Tenaga Medis Luar Biasa!

0

KabarUang.com, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir mengaku sangat mengapresiasi perjuangan para tenaga medis berserta elemen-elemen di garda depan sebagai sosok yang luar biasa.

Ilustrasi via Republika

Hal ini karena mereka sudah banyak berkonban demi menyelamatkan nyawa orang yang terinfeksi covid-19. “Kadang-kadang kita sendiri mesti malu dengan mereka, kita kan sudah banyak bekerja padahal tidak cukup. Yang jelas mereka yang berada di garda terdepan itu yang luar biasa,”ungkap Thohir di Jakarta, pada Rabu.

Menurut Menteri BUMN ini perlu adanya perlindungan yang diberikan kepada para tenaga medis yang sedang berjuang ini. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar seluruh elemen bergotong-royong dalam meghadapi kasusu ini. Hal ini disambut baik ole Bank Mandiri yang menyiapkan perlindungan asuransi dengan total uang pertanggungan sebanyak Rp 1 triliun.

Baca Juga  Si Ratu Buah Tropis Ini Ternyata Banyak Manfaatnya Untuk Lingkungan Sekitar

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menyampaikan bahwa bagi Bank Mandiri pemberian asuransi jiwa ini merupakan sebuah apresiasi kepada tenaga kesehatan yang mau berdedikasi untuk melawan corona. Maka pihaknya memberikan asuransi Mandiri Corporate Life Plan dengan masa berlaku hingga 31 Maret 2021.

Bahu membahu untuk melawan pandemi

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam menghadapi konsisi saat ini, bukan hanya Bank Mandiri, tetapi juga sejumlah BUMN turut memberikan bantuan baik dalam penanganan dalam melawan corona, seperti yang dilakukan oleh PT Telkom dengen meluncurkan aplikasi Peduli Lindungi.

Baca Juga  Ini Hadiah untuk Guru Honorer dari Menteri Pendidikan

Aplikasi itu adalah buah kerja bersama lintas kementrian beserta lembaga baik TNI maupun Polri. “Ini kita satukan. Saat ini jangan berdiri sendiri-sendiri,”tambahnya.

Erick juga mendorong Telkom untuk membuat satu database yang nantinya akan menjadi acuan untuk mengetahui jumlah dokter, relawan, medis, petugas medis lain, rumah sakit, kapasitas rumah sakit serta alat kesehatan yang dibutuhkan untuk menangani pandemi ini. Hal ini dilakukan agar data yang dihasilkan akurat.

Baca Juga  Mal di Bogor Masih akan Tutup Hingga 4 Juli 2020

“Supaya kita punya database yang baik agar saling dukung, jangan sampai perawat dan dokter di Jawa berlebihan, di daerah lain kekurangan, karena kita tahu ini Covid-19 sudah menyebar di banyak provinnsi. Ini harus sama-sama kita jaga,”tutupnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here