Emas Menjadi Salah Satu Faktor Penyumbang Inflasi Terbesar Pada Maret 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, laju inflasi sepanjang bulan Maret 2020 mencapai 0,10 persen. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama laju inflasi sepanjan bulan Maret 2020. Tercatat, komoditas ini memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen.

0
ilustrasi via katadata co id
ilustrasi via katadata co id

LECTURE NOTES

KabarUang.com , Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, laju inflasi sepanjang bulan Maret 2020 mencapai 0,10 persen. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama laju inflasi sepanjan bulan Maret 2020. Tercatat, komoditas ini memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto, menjelaskan, komoditas emas perhiasan masuk ke dalam kelompok komoditas perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi tertinggi dari sepuluh kelompok lainnya. Kelompok tersebut pun mengalami inflasi sebesar 0,99 persen.

“Emas menjadi komoditas yang dominan memberikan andil inflasi ke kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini mengalami inflasi tertinggi. Jadi, inflasi Maret penyebab utamanya adalah emas,” kata Suhariyanto.

Baca Juga  Dikabarkan Bahwa Sri Mulyani Akan Pangkas Pajak Rumah Serta Kendaraan Mewah

Masih dalam kelompok yang sama, Suhariyanto mengatakan terdapat pula komoditas selain emas yang menyumbang inflasi. Yakni seperti hand body, shampoo, sabun mandi, serta aneka kosmetik. Namun, rata-rata komoditas itu hanya memberikan andil inflasi di bawah 0,01 persen.

Selain komoditas emas, inflasi juga dipicu dari komoditas bawang bombai dan telur yang masih dalam kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau. Namun, dua komoditas itu hanya memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,03 persen.

Melihat tren inflasi dalam tiga bulan terakhir, ia menilai bahwa perkembangan inflasi hingga bulan Maret 2020 masih cukup stabil. Sebab, secara tren Januari-Maret 2020 mengalami penurunan yakni secara berurutan 0,39 persen, 0,28 persen, dan 0,10 persen.

Baca Juga  Pengemudi Bus Mengaku Pendapatnya Meroket Selama Lebaran

Menurut dia, terdapat dua kelompok komoditas yang pada bulan lalu mengalami deflasi. Hal itu pula yang membantu laju infasi jadi lebih rendah ketimbang dua bulan sebelumnya.

Disisi lain ditinjau dari wilayah, wilayah, inflasi terjadi di 43 kota dari 90 kota IHK. Sementara 47 kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,64 persen dan terendah di Surabaya, Surakarta, dan Pekanbaru 0,01 persen. “Inflasi di Lhokseumawe penyebab utama adalah kenaikan harga berbagai jenis ikan dan harga emas,” tuturnya.

Baca Juga  MNC Land Kini Kembangkan Coworking Space di Park Tower Jakarta

Sedangkan deflasi tertinggi di Timika sebesar 1,2 persen dan terendah di Tangerang 0,01 persen. “Deflasi di Timika penyebabnya adalah turunnya harga tiket penerbangan udara, sehingga sumbangan ke deflasi 0,77 persen,” tutupnya.

Selain harga emas, faktor pendorong inflasi adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. Kelompok ini inflasinya sebesar 0,47 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,04 persen. Penyebab kelompok ini terjadi inflasi karena adanya kenaikan biaya pendidikan 0,78 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil pada inflasi yaitu uang kuliah akademi sebesar 0,02 persen,” kata dia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here