Ekonomi Kelas Menengah Terancam Ditengah Pandemi

0

KabarUang.com, Jakarta – Paket stimulus yang dikeluarkan Presiden RI dianggap melupakan kelas menengah karena hanya fokus pada golongan menengah kebawah dan korporasi yang terdampak Covid-19.

Ilustrasi via AntiMedia

Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan bahwa ada dua paket stimulus ekonomi bernilai Rp 405,1 triliun bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 diantaranya yakni kartu sembako serta keringanan pembayaran listrik.

Ekonomi kelas menengah terancam di tengah pandemi Covid-19

Namun, Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa dalam pandemi yang tengah terjadi ini, bukan hanya keuangan kelas ekonomi miskin saja yang terdampak.

Seorang warga kelas menengah, Dini Alfiandi dari Tuban, Jawa Timur pun memiliki kekhawatiran ekonomi yang sama. Meski Dini mengaku tidak dirumahkan, dia tetap merasa khawatir karena pemasukan kantor pun berkurang sejak tiga bulan yang lalu.

Baca Juga  Dampak Corona : Ridwan Kamil Siapkan Dana Rp 16 Triliun untuk Jabar

Perusahaan di tempat kerjanya mengandalkan pabrik semen sebagai klien utamanya, namun pabrik itu pun mengurangi produksi sehingga banyak supir truk yang kini dirumahkan dan tidak mendapatkan gaji.

Di tengah penurunan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini, Dini masih berangkat kerja meski atasannya membayar gaji dari uang pribadinya. Dia mengaku memiliki kekhawatiran yang sama soal ekonominya karena masih serba terbatas.

“Kalau sepi terus kan rumah saya juga masih nyicil, masih angsuran, kerjaan juga kayak gini, biasanya saya bisa membantu cicilan rumah tapi sekarang kan sulit,”lirihnya.

Baca Juga  4 Menteri Ekonomi Ini Sangat Layak Untuk Dipertahankan

Dini juga mengaku bahwa dia juga tidak berharap mendapatkan uang THR melihat bisnis atasannya saat ini sedang sepi-sepinya. Terlebih dia mendapatkan gaji karena kebaikan atasannya.

“Kalau THR sepertinya belum tahu, cuma saya juga tidak berharap-harap banget, kan ini sepi. Yang penting saya masih kerja itu saja sudah Alhamdulillah,”terangnya.

“Lebaran tahun ini ya sepertinya tidak seheboh dulu, pengeluaran juga tidak harus beli baju, tidak harus mudik juga. Turut prihatin dengan kondisi sekarang,”tambahnya.

Dirumahnya Dini tinggal bersama orang tuanya dan ke empat saudaranya. Ia berjualan es batu, tabung gas serta air galon mineral. Dia adalah pengguna listrik 1300 VA, dimana kategori ini tidak mendpatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga  Dari Korea Selatan, Jokowi Bawa Hyundai Investasi ke Indonesia Senilai Rp 21 Triliun

“Kalau berjualan es batu kan listriknya harus besar, pakai freezer gitu, kalau 1300 VA tidak dikasih diskon kan kasihan yang berjualan seperti kita,”ungkapnya.

Dini berharap bahwa pemerintah juga memperhatikan kekhawatiran pekerja seperti dirinya yang saat ini pemasukannya sedang terancam.

“Kalau saya sebagai kelas menengah sih khawatirnya karena pekerjaan itu ya, terus sepi. Pemerintah tidak memperhatikan, itu dikira mampu begitu? Padahal kita begini, kan menyicil rumah, ada kekhawatiran PHK kalau kelas menengah,”tutupnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here