700 Ribu Warga AS Nganggur Akibat Corona

0

KabarUang, Jakarta – Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) mencatat bahwa ada sekitar 701 ribu orang yang menganggur saat ini. Pada Maret 2020 tercatat pandemi covid-19 ini menyebabkan warga AS kehilangan pekerjaannya.

Ilustrasi via Wikipedia

Hal ini karena banyak bisnis serta pabrik yang tutup di AS sebagai langkah ketat untuk mengendalikan wabah virus corona. Komisaris Biro Statistik Departmen Tenaga Kerja AS William Beach mencatat bahwa pandemi ini memberikan dampak yang buruk.

“Kami masih bisa mendapatkan perkiraan dari dua survei kami yang memenuhi standar BLS untuk akurasi dan keandilan,”ungkapnya dikutip dari Reuters, pada Sabtu (04/04).

Baca Juga  Pihak Militer Amerika Enggan Beberkan Data, 280 Tentara Positif Corona

Selain itu, penutupan sejumlah kantor dan pabrik membuat para pegawai kehilangan sebagian besar gajinya. Sebanyak 459 ribu orang kehilangan pekerjaan di industri hiburan dan perhotelan, terutama pada layanan makanan dan minuman.

Bukan hanya itu, AS juga mencatat bahwa terjadi penurunan dalam perawatan kesehatan dan bantuan sosial, layanan profesional dan bisnis. Lalu merambah ke penurunan layanan profesional dan bisnis, perdagangan ritel dan manufaktur serta penggajian konstruksi.

Reuters yang melakukan survei terhadap ekonom memperkirakan nonfarm payrolls turun 100 ribu pekerjaan pada Maret 2020. Hal ini memperparah laporan karena memperlihatkan lebih sedikit pekerjaan pada Januari dan Februari 2020.

Baca Juga  Pihak Berwenang AS Berupaya Jual Rumah Yang Dibeli Warga Malaysia Dengan Uang Skandal 1MDB

Pandemi corona membuat keadaan lebih buruk lagi karenasebagian masyaraakat AS diminta untuk tetap dirumah. Mau tidak mau mereka harus bekerja dari rumah untuk mencegah penularan corona. Saat ini, tercatat bahwa ada 10 juta orang yang mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran. Dimana terjadi pada Maret 2020.

Ekonomon sendiri memperkirakan bahwa penggajian akan terus merosot karena setidaknya ada 20 juta pekerjaan pada April 2020.

“Kami baru saja melihat ujung gunung es ketika sampai pada jatuhnya pasar tenaga kerja,”ungkap Kepala Ekonom Naroff Economcs Joel Naroff.

Baca Juga  Saham Kalbe Farma (KLBF) Belum Terpengaruh Ekspansi Bioteknologi Vaksin

Di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegaha Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan 239.279 kasus virus corona ini naik sebanyak 26.135 kasus dari jumlah sebelumnya. Sementara, kematian mengalami peningkatakan 930, menjadi 5.443. Peningkatkan ini terjadi dari hari ke hari, dimana pada 2 April pukul 4 sore jumlahnya lebih banyak dibanding hari sebelumnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here