Upah Buruh dan Petani Semakin Menurun Tergerus Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, upah riil petani dan buruh pada Februari 2020 kembali mengalami penurunan akibat tergerus inflasi. Meskipun secara nominal, upah mereka mengalami kenaikan, walau terbilang kecil.

0
ilustrasi via news trubus id
ilustrasi via news trubus id

KabarUang.com , Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, upah riil petani dan buruh pada Februari 2020 kembali mengalami penurunan akibat tergerus inflasi. Meskipun secara nominal, upah mereka mengalami kenaikan, walau terbilang kecil.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, upah nominal harian buruh tani nasional pada Februari 2020 naik sebesar 0,23 persen dibanding upah buruh tani Januari 2020, yaitu dari Rp55.046 menjadi Rp55.173,00 per hari.

Sementara itu, upah riil buruh tani  mengalami penurunan sebesar 0,25 persen dibanding Januari 2020, yaitu dari Rp52.360 menjadi Rp52.232. Kondisi itu disebabkan inflasi pedesaan pada Februari 2020 mencapai 0,48 persen.

Baca Juga  Buruh Tidak Mau Kalau Kenaikan Upah Masih Dibatasi

“Turun karena lebih dipengaruhi Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT. Waktu kita hitung nilai tukar petani, IKRT itu atau inflasi pedesaan naik 0,48 persen,” kata dia di kantornya, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020.

Sementara itu, rata-rata upah nominal buruh bangunan tukang bukan mandor per hari mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen, yaitu dari Rp89.478,00 menjadi Rp89.621,00. Upah riil mereka pada Februari 2020 dibanding Januari 2020 turun sebesar 0,12 persen, yaitu dari Rp85.764 menjadi Rp85.663.

“Untuk upah buruh bangunan pada Februari 2020 ini secara nominal naik 0,16 persen tapi secara riil turun 0,12 persen karena pada Februari lalu kita inflasi 0,28 persen,” tegasnya.

Baca Juga  Ini Dia 15 Kota Paling Banyak Dihuni Oleh Miliarder

Kondisi itu pun juga terjadi terhadap upah buruh potong rambut wanita per kepala yang mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen, dari Rp28.510 menjadi Rp28.522. Namun, upah riil Februari 2020 dibanding Januari 2020 turun sebesar 0,24 persen, yaitu dari Rp27.327 menjadi Rp27.262.

Sementara itu, rata-rata upah nominal Asisten Rumah Tangga per bulan pada Februari 2020 dibanding Januari 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,10 persen, yaitu dari Rp419.319 menjadi Rp419.739,00. Sedangkan, upah riil-nya turun 0,18 persen, yaitu dari Rp401.916 menjadi Rp401.203.

Baca Juga  Inflasi Menjadi Tinggi Sampai Kebutuhan Pokok Semakin Langka Dampak Dari Perang Iran-AS

Sementara upah pekerja sektor informal lainnya seperti buruh potong rambut wanita per kepala juga naik 0,34 persen dari Rp 28.215 menjadi Rp 28.510 (month-to-month), namun lagi-lagi upah riilnya turun dari Rp 27.341 menjadi Rp 27.327 (month-to-month).

“Lalu untuk upah asisten rumah tangga per bulan naik 0,01 persen dari Rp 419.298 di Desember 2019 menjadi Rp 419.319 di Januari 2020. Sementara, upah riilnya turun 0,38 dari Rp 403.443 menjadi Rp 401.916 month-to-month,” kata Suhariyanto.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here