Twitter Himbau Karyawannya Untuk Bekerja di Rumah Demi Mencegah Virus Corona

Perusahaan layanan jejaring sosial asal Amerika Serikat, Twitter Inc. mengimbau hampir 5000 karyawannya di seluruh dunia untuk bekerja remote atau jarak jauh dari rumah karena khawatir akan penyebaran virus Corona Covid-19.

0
ilustrasi via business insider com au
ilustrasi via business insider com au

KabarUang.com , Jakarta – Perusahaan layanan jejaring sosial asal Amerika Serikat, Twitter Inc. mengimbau hampir 5000 karyawannya di seluruh dunia untuk bekerja remote atau jarak jauh dari rumah karena khawatir akan penyebaran virus Corona Covid-19.

Namun, Twitter juga mengaku bahwa tujuannya meminta karyawan bekerja di rumah adalah untuk menurunkan penyebaran Covid-19 di dunia dan di internal perusahaan. Namun, kantor-kantor di Amerika Serikat masih akan terbuka untuk karyawan yang merasa perlu untuk datang ke kantor.

Perusahaan media sosial itu mengeluarkan pengumuman dalam blog kepada karyawannya setelah sebelumnya telah membatalkan semua perjalanan dinas yang tidak terlalu mendesak. Twitter juga telah menarik diri dari konferensi South by Southwest yang dijadwalkan akhir bulan ini di Austin, Texas.

Baca Juga  Aktivitas Masyarakat Akan Kembali Normal? Ini Kata Jokowi

“Mulai hari ini, kami sangat mendorong semua karyawan secara global untuk bekerja dari rumah jika mereka bisa. Tujuan kami adalah untuk menurunkan kemungkinan penyebaran virus corona Covid-19 bagi kami, dan lingkungan sekitar kami,” tulis pihak Twitter dalam pengumumannya, seperti dilansir SCMP, Selasa 3 Maret 2020.

Twitter juga mewajibkan karyawannya di Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan untuk bekerja dari rumah, namun kantor-kantor di negara lain akan tetap terbuka untuk mereka yang memilih atau perlu untuk masuk.

Baca Juga  Demi Cegah Inflasi Pemerintah Coba Longgarkan Proses Impor

“Kami memastikan semua pertemuan internal dan tugas-tugas penting lainnya dioptimalkan untuk dilakukan dari jarak jauh,” tulis perusahaan itu di blognya.

Kebijakan Twitter tentang bekerja dari rumah adalah suatu langkah signifikan, selain apa yang dilakukan sebagian besar perusahaan di AS ketika virus menyebar. Banyak perusahaan termasuk AT&T dan Citigroup, telah membatasi perjalanan internasional, terutama ke Asua.

Perusahaan lainnya termasuk Facebook dan Google Alphabet telah menunda atau membatakan konferensi di Amerika Serikat, sementara Facebook juga mengikuti keputusan Twitter untuk menarik diri dari konferensi South by Southwest.

Baca Juga  Perusahaan Tak PHK Karyawan, Menaker Beri Stimulus Dana

Seperti diketahui Organisasi Kesehatan Dunia telah mendaftarkan lebih dari 1.500 kasus baru terkait penularan virus Corona di luar wilayah China dalam 24 jam terakhir. Menurut WHO, jumlah kasus yang dikonfirmasi di China mencapai 80.714, sementara jumlah kematian mencapai 2.915. Saat ini, angka kematian global melebihi 3.100 orang, dengan hampir 91.000 terinfeksi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here