Stop! Jangan Instal Aplikasi Berbahaya CovidLock di Smartphone Anda

Penjahat cyber benar-benar memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat dunia, lantaran kasus corona. Terbaru, ditemukan aplikasi peta sebaran corona yang ternyata sangat merugikan penggunanya.

0
ilustrasi via medium com
ilustrasi via medium com

KabarUang.com , Jakarta – Penjahat cyber benar-benar memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat dunia, lantaran kasus corona. Terbaru, ditemukan aplikasi peta sebaran corona yang ternyata sangat merugikan penggunanya.

Aplikasi berbahaya yang tidak tersedia di Google Play Store itu ditemukan oleh perusahaan keamanan asal Amerika Serikat, DomainTools. Aplikasi itu disebut telah disusupi ransomware yang bergitu berbahaya.

Aplikasi Android yang melacak penyebaran epidemi coronavirus di seluruh dunia ini rupanya menyembunyikan ransomware yang berbahaya. Dilansir dari GizChina (18/3/2020) aplikasi bernama CovidLock ini akan mengunci smartphone Anda sebelum meminta tebusan dalam bitcoin.

CovidLock, aplikasi Android pelacakan pandemi corona ini sebenarnya menyembunyikan ransomware, menurut laporan Tarik Saleh, seorang peneliti keamanan komputer di DomainTools. Untungnya, aplikasi ini tidak tersedia di Google Play Store.

Baca Juga  Kekayaan Orang India Yang Tidak Terhitung di Luar Negeri Diperkirakan Capai $ 216-490 miliar

CovidLock hanya tersedia untuk diunduh dari situs web coronavirusapp. Sejak awal pandemi, peretas telah menggunakan kartu pelacakan online untuk menyebarkan malware. Setelah diinstal pada smartphone pengguna, ransomware akan dengan cepat mengunci perangkat. Harap dicatat bahwa ransomware hanya dapat digunakan pada ponsel tanpa kata sandi.

Bahkan, CovidLock akan menetapkan kata sandi bagi Anda untuk mencegah Anda mengakses perangkat Anda. Setelah ponsel cerdas Anda terkunci, peretas memberi Anda 24 jam untuk menyetor US$ 100 dalam bitcoin di alamat BTC.

Baca Juga  Semarakan HUT RI-74 Tiktok Luncurkan Fitur Baru

Sebagai imbalan atas tebusan, mereka setuju untuk tidak menghapus data Anda (foto, video, dll.) dan tidak mengungkapkan konten pribadi di jejaring sosial. Setelah mereka menerima uang tebusan, peretas berjanji untuk memberikan kode untuk membuka kunci perangkat Anda.

“Kami akan memantau lokasi GPS Anda dan posisi Anda. Jika Anda mencoba sesuatu yang bodoh, smartphone Anda akan terhapus secara otomatis,” tulis pesan peringatan yang ditampilkan oleh peretas.

“Penjahat dunia maya suka mengeksploitasi orang ketika mereka berada pada posisi paling rentan. Mereka menggunakan peristiwa dramatis yang menyebabkan orang menjadi emosional atau takut untuk mendorong keuntungan mereka. Setiap kali ada siklus berita besar yang terjadi pada suatu topik yang menimbulkan reaksi keras, penjahat cyber tidak akan jauh ketinggalan,” jelas Tarik Saleh.

Baca Juga  Demi Cegah Inflasi Pemerintah Coba Longgarkan Proses Impor

Untuk itu, kalau perlu jangan mengunduh sebuah aplikasi di situs tidak resmi yang terhubung dengan pandemi virus corona dan tidak mengunduh APK dari sumber yang tidak dikenal. Lalu, jangan ragu untuk menginstal antivirus di ponsel pintar Android anda.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here