Stok Impor Berkurang, Harga Bawang Bombai Melejit

0

KabarUang.com, Jakarta – Baru kali ini harga bawang bombai meroket hingga 10 kali lipat dibanding harga biasa. Contohnya saja di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, harga bombai dibandrol hingga Rp 200.000 per kilogram, dari yang hanya Rp 20.000 per kilogram.

Melejitnya harga bawang bombai ini membuat para pedagang dan pembeli bumbu dapur ‘nangis bombai’. Hal ini karena harga bombai sudah tidak ramah di dompet. Melejitnya harga bombai ini dikarenakan stok impor yang berkurang akibat corona.

Ilustrasi via Medcom

Hal ini seperti yang disampaikan oleh salah satu pedagang di Pasar Jatinegara.

“Sejak kemarin corona (Covid-19) semua ramai. Ya ngaruh ke pasokan bawang bombai,”ungkap Yusuf.

Baca Juga  Pemerintah Wajib Waspadai Dampak Dari Kemarau

Bahkan, ada beberapa pedagang yang tidak menjual bawang bombai. Hal ini karena mereka sudah tidak mampu membeli bawang baombai.

Harga bombai melejit

Mahalnya harga bawang bombai ini membuat pembeli enggan untuk membeli bawang bombai. Seperti yang dikatakan oleh Rani, salah satu pembeli di Pasar Jatinegara.

“Naiknya engga kira-kira, belum pernah semahal ini. Sekarang Rp 200.000 sekilo, mending banyakin bawang putih dan merah buat masak,”ungkapnya.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan naiknya harga bombai diakibatkan oleh kekurangan stok bombai di pasaran. Selain itu juga, rekomendasi impor produk holtikultura (RIPH) masih terkendala.

Baca Juga  Harga Beras Tetap Ditengah Pandemi Covid-19

“Jadi itu kuota impor yang sudah dikeluarkan baru sedikit, kita menunggu RIPH-nya secepat mungkin. Dan saat ini lagi diproses ya pengeluaran RIPH ini,”paparnya.

Terkait berapa banyak yang akan dikeluarkan untuk kuota impor, Menteri Agus mengatakan bahwa masih belum mengetahui hal itu secara pasti. Pihaknya belum menerima RIPH yang diajukan oleh Kementerian Pertanian.

“Kan kalau RIPH, itu harus mengajukan permohonan terus kemudian dicek kelengkapan dokumennya. Baru setelah itu, kita keluarkan izin impor,”tambahnya.

Baca Juga  Kementan Targetkan Pertumbuhan Eksportir Milenial

Pada kesempatan itu pula, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardana, mengatakan bahwa Surat Persetujuan Impor untuk bawang bombai sendiri sudah diterbitkan. Jumlahnya sebanyak 2.000 ton dari Selandia Baru.

“Yang sudah keluar itu ada 2.000 ton bawang bombai yang dari Selandia Baru, itu yang sudah keluar,”ungkapnya, pada Rabu (11/03).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here