Start Up di Indonesia Mulai Garap Green Bisnis EBT, Target 2024 Investasinya Bakal Sentuh 20 M

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong penggunaan energi bersih atau energi baru terbarukan (EBT). Nampaknya, pengembangan bisnis EBT makin mendapatkan tempat di kalangan masyarakat, terlebih bagi generasi milenial.

0
ilustrasi via liputan6 com
ilustrasi via liputan6 com

KabarUang.com , Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong penggunaan energi bersih atau energi baru terbarukan (EBT). Nampaknya, pengembangan bisnis EBT makin mendapatkan tempat di kalangan masyarakat, terlebih bagi generasi milenial.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, respons pasar yang positif terlihat dari mulai bermunculannya berbagai usaha rintisan atau startup yang bergerak di sektor tersebut, dari skala rumahan hingga pabrikan.

Lanjutnya, melimpahnya potensi EBT menjadi salah satu faktor pemicu bagi para pelaku usaha dalam mengembangkan startup energi.

Baca Juga  PM Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Jokowi Perpanjang Kerja Sama Bank Sentral

“Utilisasi EBT baru sebesar 2,1% dari potensi EBT sekitar 400 Giga Watt (GW),” jelasnya dalam keterangan yang diperoleh.

Salah satu potensi bisnis yang menjanjikan adalah energi surya. Menurut Agung, dengan potensi 207 GW, perkembangan permintaan energi surya meningkat pesat, baik di kota-kota besar untuk kebutuhan atap surya hingga ke daerah frontier untuk Solar Home System (SHS).

“Industrinya banyak berkembang di kawasan industri, seperti Bekasi, Tangerang, juga daerah Surabaya dan sekitarnya,” ungkap Agung.

Baca Juga  Perbedaan Forex Dan Saham - Belajar Forex

Potensi bisnis solar PV yang besar juga dirasakan Direktur Utama PT Gerbang Multindo Nusantara Chayun Budiono. Memulai usaha panel surya di 1994, ia menilai sumber-sumber EBT lokal menyimpan potensi bisnis yang luar biasa.

“Tak hanya solar PV, pasar off-grid ini menjanjikan, maka di sinilah yang harus kita dorong,” tegas Chayun.

Ia juga melihat startup energi penting difungsikan sebagai salah satu langkah disrupsi energi.

“Bagaimana startup energi ini kita bangun bersama menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Menyelesaikan tantangan atas perkembangan teknologi yang ada,” pungkas Chayun.

Baca Juga  Yummy Corp Dapat Suntikan Dana Segar Investor Sebanyak 7,75 juta Dolar AS

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, nilai investasi tersebut dibutuhkan untuk mendorong target bauran EBT sebesar 23% pada 2025 nanti.

Hal tersebut juga bakal meningkatkan adanya peluang lapangan kerja di sektor energi baru terbarukan.

“Jika target US$20 miliar terealisasi, maka akan membuka lapangan kerja baru sekaligus bisa mengakselerasi capaian bauran energi,” jelas Agung di Jakarta.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here