Reuters : Sistem Kesehatan Indonesia di Ambang Jurang Ketika Virus Corona Muncul

0

KabarUang.com, Jakarta – Pandemi corona atau covid-19 yang melanda Indonesia tidak lepas dari penilaian media asing. Salah satunya, Reuters. Pihaknya menilai bahwa Indonesia bisa menjadi pusat pandemi virus corona jika berkaca dari sistem kesehatan yang ada.

Ilustrasi via Sindonews

“Indonesia mengalami kekurangan yang signifikan pada tempat tidur rumah sakit, staf medis dan fasilitas perawatan intensif karena para pakar kesehatan memperingatkan bahwa negara itu akan menjadi episentrum baru pandemi virus Corona,”dilansir Reuters”.

Indonesia tidak punya fasilitas rumah sakit yang memadai

Berita itu ditulis dengan judul “Indonesia’s health system on the brink as coronavirus surge looms” yang bisa diartikan dengan “Sistem Kesehatan Indonesia di Ambang Jurang Ketika Gelombang Virus Corona Muncul.”

Baca Juga  Hari Kemerdekaan 17 Agustus Tiba, Pernak Pernik Tak Kalah Saing Untuk Dipamerkan

Media asing itu berkata bahwa Indonesia menghasapi lonjakan kasus virus Corona setelah respons pemerintah yang lambat menutup skala wabah. Saat ini sudah tercatat bahwa ada 686 kasus infeksi virus corona.

Namun, data ini dilihat sebagai skala infeksi karena tingkat pengujian yang rendah dan tingkat kematian yang tinggi. Indonesia sendir telah melaorkan sebanyak 55 kematian, dimana itu menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.

Sebuah studi Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasih di London itu meliris bahwa hanya ada 2 persen dari infeksi virus corona yang telah dilaporkan. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya (infeksi virus corona) itu bertambah, menjadi 34.300, lebih banyak dari Iran.

Baca Juga  Gojek - Pemkot Makassar Kerjasama Tingkatkan Pelayanan kepada Warga Kota Makassar

Pemodelan lainnya memproyeksikan bahwa kasus di Jakarta meningkat hingga 5 juta pada April dibawah skenario terburuk.

“Kami telah kehilangan kendali, itu menyebar di mana-mana,”ungkap Ascobat Gani, seorang ekonom masyarakat.

“Mungkin kita akan mengikuti Wuhan atau Italia. Saya pikir kita berada dalam kisaran itu,”ungkapnya dilansir Reuters.

Namun pemerintah mengatakan bahwasannya dampak virus corona tidak akan separah itu.

“Kami tidak akan seperti itu,”ungkap Achmad Yurianto, juru bicara penanganan Corona, merujuk pada perbandingan dengan wabah yang terjadi di Italia dan China.

Baca Juga  Jumlah Total Infeksi Corona di Spanyol Semakin Banyak, Ini Tanggapan Para Pembisnis Akibat Lockdown

“Yang penting adalah kita mengarahakan ornag-orang. Mereka harus menjaga jarak,”tambahnya.

Menurut Reuters, saat ini sistem kesehatan Indonesia dinilai sangat buruk dibandingkan dengan negara lain yang terkena dampak virus ini.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here