Pihak Militer Amerika Enggan Beberkan Data, 280 Tentara Positif Corona

0

KabarUang.com, Jakarta – Saat ini militer Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk berhenti mengungkap beberapa data lebih rinci tentang infeksi virus corona pada tentaranya.

Hal ini karena AS khawatir bahwa nantinya data itu akan digunakan oleh musuh saat corona masih menjadi pandemi. Menteri Pertahanan (Menhan) AS, Mark Esper mengatakan hal itu ketika diwawancara Reuters.

Ilustrasi via Liputan6

Dia mengatakan bahwa dia ingin menyimpan data lebih rinci tentang infeksi di militer yang meningkat, bahkan lebih dari sepertiga. Dimana saat ini menjadi 280 kasus pada Kamis(26/03).

Namun, Esper mengaku bahwa dia ingin beberapa informasi disimpan untuk mencegah masalah keamanan operasonal.

Baca Juga  Bulog Impor 100 Ton Daging Demi Memenuhi Konsumsi Dalam Negeri

“Apa yang kami ingin lakukan ialah memberi anda angka. Tapi kami tidak merinci angka itu karena itu dapat mengungkap infromasi tentang di mana kita mungkin terjangkit pada tingkat tertinggi dibandingkan tempat lainnya,”ungkap Esper tanpa mengungkap fakta terperinci.

Selain memberitahu hal itu, tentara AS juga mengabarkan setiap lokasi yang menjadi tempat terpparnya corona. Namun, setelah dia mengabarkan secara terperinci soal hal ini, dia tidak lagi ingin membagikan informasi terbarunya di berbagai lokasi.

Ester enggan beberkan data secara terperinci

“Saya tidak mengarah pada kebiasaan di mana kita mulai memberi angka di seluruh komandi dan kita mencapai poin enam, tujuh pekan dari sekarang di mana kami memiliki beberapa kekhawatiran di beberapa lokasi dan mengungkap informasi yang dapat membuat orang bersisiko,”ungkapnya dilansir wartaekonomi.com.

Baca Juga  Nadiem Makarim, Pendiri Gojek Jadi Salah Satu CEO Top Lulusan Havard University

Terakhir, dirinya mengatakan bahwa keamanan operasional itu penting di beberapa negara di luar negeri di mana AS memerangi musuh. Mislanya perang melawan kelompok al-Shaab di Afrika Timur dan militan Negara Islam di Suriah atau Afganistan.

Di sisi lain, total korban birus corona di AS saat ini sebanyak 85,6 ribu per jam, pada Jumat (27/3) pagi. Angka ini dinyatakan sudah melampaui kasus di China dimana hanya 81,3 ribu kasus.

Baca Juga  Meng Wanzhou Terus Lawan Tudingan AS dan Kanada Terhadap Huawei

Rumah sakit di AS dikabarkan sangat kewalahan dengan banyaknya kasus covid-19 ini dan 40 persen orang di AS berada di bawah perintah lockdown.

Setidaknya sudah ada sebanyak 1.300 orang yang telah meninggal karena kasusu corona di AS berdasarkan info dari Worldmeters. Bahkan para ahli mengatakan bahwa kasus di AS akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here