Pernyataan Achmad Yurianto Memicu Kontroversi, Perlindungan Corona Untuk Seluruh Rakyat

0
Ilustrasi Achmad Yurianto via thejakartapostcom

KabarUang.com, Jakarta – Pernyataan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto yang bicara soal perkembangan kasus corona memicu kontroversi.

Yuri mengatakan bahwa orang yang kaya harus melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar. Sementara yang miskin harus melindungi dirinya agar tidak menularkan penyakit.

Namun hal ini dibantah oleh banyak pihak. Anggota Komisi IX DPR, Muhachamad Nabil Horen membantah hal ini. Dirinya berkata bahwa negara sudah seharusnya melindungi semua rakyatnya, tanpa membedakan yang kaya dan miskin.

“Negara sudah seharusnya memberi perlindungan merata, tidak bedakan kaya-miskin. Sesuai amanat UUD 1945 bahwa perlindungan, keadilan, dan kesejahteraan itu bagi seluruh rakyat Indonesia. Warga Indonesia berhak mendapat keadilan dalam penanganan kesehatan secara merata di tengah pandemi covid-19 ini,”ungkap politikus PDIP ini, dilansir wartaekonomi.com, Minggu (29/03).

Baca Juga  Pemerintah Italia Mulai Mengizinkan Warganya Kembali Bekerja

Sementara, Gus Nabil sebagai seorang juru bicara memberikan tanggapan bahwasannya Yuri tidak boleh membuat blunder. Dia seharusnya menyampaikan substansi dengan benar pada situasi yang benar.

Gus menyatakan bahwa penyakit tidak pandang bulu dalam menimpa siapapun. Untuk itu, perlindungan covid-19 haruslah diperuntukkan bagi semua warga negara Indonesia.

“Seorang juru bicara seharusnya tidak mengotak-ngotakan dengan atribut material seperti itu. Ini saatnya kita bergotong royong menhadapi Covid-19. Semuanya punya kewajiban dan tanggung jawab sesuai dengan porsinya masing-masing. Penyakit tidak mengenal strata sosial dan bisa mengenai siapa saja,”ungkap Gus.

Bahkan Gus Nabil mengatakan bahwa seharusnya Jokowi mengevaluasi kerja Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. “Evaluasi itu penting, jangan sampai karena juru bicaranya salah ucap, salah omong, atau blunder, jadi mengganggu gerak tim. Ini penting digaris bawahi bahwa saya sangat mengapresiasi kinerja tim medis yang bertugas siang malam, juga segenap instansi yang membantu untuk menangani Covid-19,”tambahnya.

Baca Juga  Banggar DPR Serta Kemenkeu Mulai Maraton Untuk Bahas RAPBN Tahun 2020

Baginya, saat ini masyarakat sudah bergerak. Saatnya peran Pemerintah membuka informasi serta ambil kebijakan yang progresif. Persebaran virus corona ini sama sekali tidak membeda-bedakan yang kaya dan yang miskin.

Semua berhak mendapatkan perlindungan atas corona

“Banyak sekali teman-teman saya, tidak ada beda kaya dan miskin, semua jadi korban. Kita harus bergerak cepat dengan koordinasi semua kepala daerah untuk menjaga kawasan masing-masing,”lanjutnya.

Saat ini, masyarakat sudah peduli dengan bahaya Covid-19. Untuk itu mereka membatasi pergerakan pendatang, membersihkan tempat ibadah serta tempat umum dan fasilitas kebersihan mandiri, juga saling menjaga dan saling mengingatkan untuk sama-sama saling bantu,”jelasnya.

Baca Juga  Para Pakar Dunia Mulai Berkumpul di China untuk Tangani Corona

Hal ini seperti yang didukung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdatul Ulama. Beliau mengatakan bahwa inilah saatnya kita bahu-membahu melawan corona.

“Karena keadilan bagi seluruh rakyat Indoneia. Semoga kita semua mampu melewati musibah pandemi Covid-19 dengan selamat,”harap ulama yang satu ini.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here