Pandemi Corona, Jokowi Larang Untuk Mudik ?

0

KabarUang.com, Jakarta – Pandemi corona menyebabkan isu-isu soal larangan mudik beredar. Pemerintah sendiri memastikan bahwa nantinya akan ada punishment and reward yang akan diterapkan dalam kebijakan pelarangan mudik yang akan diterapkan pada Hari Raya Lebaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan bahwa konsep itu Ia siapkan agar masyarakat patuh terhadap kbijakan pelarangan mudik. Hal ini karena tujuannya mencegah penyebaran virus corona.

“Karena kalau dilarang butuh reward dan punishment, misalnya yang memaksa mudik punishment apa, kalau yang tidak mudik seperti apa,”ungkap Menteri Perhubungan pada saat telekonferensi, pada Jum’at (27/03).

Ilustrasi via Suara.com

Untu itu, Menteri Budi mengatakan bahwa pemerintah akan melibatkan semua pihak termasuk pemerintahan Daerah DKI Jakarta maupun Kementerian Sosial untuk menetukan bentuk konkret konsep dari punishment and reward ketika benar-benar diterapkan.

Baca Juga  Listrik Mati Berjam-jam, YLKI: Merugikan Semua Sektor Usaha

“Bagi yang tidka mudik misalnya, kebijakan untuk pekerja sektor infromal dibantu pendapatannya atau ada paket sembako sehingga mereka engga balik ke kampungnya,”tambahnya.

Saat ini, Budi mengatakan untuk memutuskan hal ini tidaklah bisa direalisasikan saat ini karena harus ada beberap rapat yang dilakukan agar nantinya sampai kepada Pak Presiden, Joko Widodo.

Menteri Budi ingin terapkan punishment and reward soal larangan mudik

Menteri Budi sendiri menginginkan bahwa kebijakan ini bisa diterapkan. Bahkan pihaknya akan mengajak Polri dan TNI untuk menutup jalan pintu-pintu keluar.

Baca Juga  Kemenkeu Jelaskan APBN 2020 Masih Jadi Tantangan Ditengah Lemahnya Perekonomian Global

“Harapan saya semakin cepat sih semakin baik, karena argo jalan terus nih, waktu jalan terus. Kalau ada keputusan tegas dilarang saya sudah sepakat dengan Polri dan TNI minimal akan kita lakukan penutupan di pintu-pintu keluar,”jelasnya.

Di sisi lain, Juru Bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa pemerintah masih memperbolehkan mudik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti physical distancing.

“Tidak apa-apa (pulang kampung). Ya jangan deket-deket, physical distancing itu pondasi dasarnya. Kalau kembangin rumah pondasinya tu (jaga jarak). Terserah mau pakai tmebok, pakai bata, pondasinya itu,”ungkapnya.

Baca Juga  NPI Pada Kuartal III Catat Perbaikan Defisit Sebesar 46 Juta Dolar AS

Lanjutnya dia menjelaskan bahwa maksudnya adalah menjaga jarak agar yang sehat tidak tertular.

“Jaga jarak pada setiap komunikasi jadi penting. Droplet percikan ludah atau lendir saat bersin batuk bisa sejauh 1,5 meter menyebar. Jarak itu yang kita jaga. Kurang lebih itu kita pertahankan. Siapapun mereka yang bawa virus ini tidak tampak sebagai orang sakit,”jelasnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here