Kinerja Keuangan PT Angkasa Pura I Semakin Menurun Akibat Wabah Corona

Potensi pendapatan hilang dari belasan ribu penerbangan dihentikan akibat mewabahnya virus corona di bandara kelolaan AP I. Kinerja keuangan PT Angkasa Pura I (Persero) mengungkapkan dampak tersebut menjadikan potensi pendapatan menjadi hilang.

0
ilustrasi via timlo  net
ilustrasi via timlo net

KabarUang.com , Jakarta – Potensi pendapatan hilang dari belasan ribu penerbangan dihentikan akibat mewabahnya virus corona di bandara kelolaan AP I. Kinerja keuangan PT Angkasa Pura I (Persero) mengungkapkan dampak tersebut menjadikan potensi pendapatan menjadi hilang.

Direktur  Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengakui, sejumlah bandara kelolaan Angkasa Pura I memang cukup terdampak oleh virus Corona. Itu terjadi sejak penghentian penerbangan dari dan ke China pada saat kabar wabah Corona mulai merebak.

Ia juga menyebutkan bahwa hal ini merupakan lost oppoturnity secara langsung karena penerbangan yang telah di hentikan. Belum lagi, jika dihitung juga dampak non-aeronnya.

Baca Juga  Smarfren Cetak Pendapatan Menjadi Rp3,03 triliun Juni Lalu

Hal itu terjadi pada periode Januari hingga Februari 2020 lalu, khususnya di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Selain itu, Faik juga mengatakan bahwa sekitar 35 jadwal penerbangan dibatalkan setiap harinya, dan secara otomatis memutus jalur penerbangan dari 22 kota main land China.

“Dari 35 jadwal penerbangan, ada 6.800 penumpang per hari, dan dampaknya cukup signifikan. Pendapatan kita tergerus sekitar Rp48 miliar. Itu dari sisi penerbangannya,” kata Faik dalam diskusi di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 6 Maret 2020.

Baca Juga  Tiket.com Ikut Merasakan Imbasnya Dampak Covid-19, Omsetnya Turun Hingga 75%

Selain dari China, Faik mengakui bahwa jadwal penerbangan dari dan ke negara lainnya juga ikut terdampak, akibat penyebaran wabah virus corona ini.

Catatan pihaknya, dalam rentang waktu Januari hingga Februari 2020 lalu, terdapat sekitar 12.703 penerbangan yang dibatalkan, dari sekitar 15 bandara yang dikelola AP I.

Tak cukup sampai di situ, Faik memprediksi bahwa jumlah ini juga masih akan bertambah. Hal itu seiring masih berlanjutnya penyebaran wabah virus Corona di seantero dunia, yang masih berusaha ditanggulangi oleh masing-masing negara.

Baca Juga  PUPR Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air Untuk Antisipasi Kemarau Panjang

Sebab, hal itu diakui Faik juga membawa dampak bagi seluruh maskapai penerbangan internasional, yang terpaksa harus menghentikan sebagian layanan dan operasionalnya akibat wabah virus corona tersebut.

“Kemungkinan penurunan ini semakin meningkat, karena beberapa airlines asing juga menghentikan penerbangan mereka. Misalnya yang dari Vietnam ke Bali, kemudian ada juga Korean Airlines,” ujarnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here