Irfan Setiaputra Siasati Penerbangan Garuda Indonesia Ditengah Kerugiannya Akibat COVID-19

Virus corona masih menjadi permasalahan yang belum juga ditemukan solusinya. Virus tersebut telah menjangkit di berbagai negara termasuk Indonesia.

0
ilustrasi via m ayokjakarta com
ilustrasi via m ayokjakarta com

KabarUang.com , Jakarta – Virus corona masih menjadi permasalahan yang belum juga ditemukan solusinya. Virus tersebut telah menjangkit di berbagai negara termasuk Indonesia.

Tak hanya dari sisi kesehatan, mewabahnya virus corona di Indonesia perlahan tapi pasti sudah membuat pontang-panting dunia usaha termasuk maskapai penerbangan. Setidaknya hal itu diakui langsung oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra.

“Rute tetap (tidak ada pemangkasan), frekuensi saja yang terkadang dikurangi,” kata Irfan.

Garuda Indonesia memang sangat terdampak akibat penyebaran virus corona. Seperti kerugian akibat ditutupnya penerbangan umrah ke Arab Saudi hingga penerbangan ke China. Jemaah umrah menjadi pasar besar bagi bisnis penerbangan Garuda.

Baca Juga  Ini Dia Penyebab Indonesia Belum Siap Luncurkan Layanan 5G

Meskipun begitu, saat ini Garuda juga masih membuka rute penerbangan dari dan ke Aurstralia serta Belanda. Irfan mengatakan rute tersebut tetap beroperasi menyusul restriksi pergerakan warga negara asing ke sejumlah negara terkait dengan pandemi virus Covid-19.

“Keberlanjutan pengoperasian layanan penerbangan dari dan menuju Australia dan Belanda tersebut merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk memfasilitasi pergerakan warga negara Indonesia yang akan kembali ke Indonesia,” ucap Irfan.

Baca Juga  Corona Virus Melanda, Ketahui Cara Pencegahannya!

 Irfan menuturkan Garuda juga akan melayani penerbangan bagi warga Belanda dan Australia yang masih berada di Indonesia. Khususnya bagi warga Belana dan Australia yang ingin kembali ke negaranya dari Indonesia.

Selain itu, Salah satu strateginya adalah mengalihkan pesawat besar ke destinasi domestik, dari yang sebelumnya banyak ditujukan ke penerbangan luar negeri.

“Kita kan banyak pesawat besar, beberapa pesawat besar itu kita alihkan ke destinasi yang masih domestik, yang masih banyak dipakai,” katanya.

Baca Juga  Rusia Sepakati Akan Perpanjang Kesepakatan OPEC 6-9 Bulan Mendatang

Dampak lain yang juga paling terasa bagi Garuda saat ini yakni utang perusahaan yang kini mendekati jatuh tempo. Irfan mengatakan saat ini Garuda masih mengupayakan negosiasi untuk pembayaran utang karena kondisi bisnis yang juga terdampak akibat pandemi Covid-19.

Irfan yakin proses negosiasi yang tengah dilakukan tersebut bisa berjalan lancar karena pandemi korona memang saat ini cukup berdampak bahkan hingga ekonomi global. “Masih terus berjalan (negosiasi utang). Kami optimistis,” ucap Irfan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here