Implementasi 5G Butuh Ekosistem Penunjang

0

KabarUang.com, Jakarta – Sejumlah operator jasa layanan telekomunikasi di Indonesia menilai bahwa implementasi jaringan 5G bergantung pada ketersediaan ekosistem penunjang.

Hal ini disampaikan oleh Plt Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa yang mengatakan bahwa bukan hanya spektrum tetapi handset pengguna dan perangkat jaringan yang terjangkau juga dibutuhkan.

Ilustrasi via Seluler.ID

“Saat ini XL Axiata tetap fokus untuk menyiapkan infrastruktur dan sumber daya yang perlu dibangun untuk implementasi 5G dan kami berharap dapat sesegera mungkin mengimplementasikan teknologi ini di masa yang akan datang,”jelasnya saat dihubungi Bisnis, pada Senin (2/3).

Dia mengatakan pula dalam membangun jaringan inti yang siap mengoperasikan 5G ini, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah mitra penyedia teknologi dalam meodernisasi jaringan eksisting.

Baca Juga  Aksi Para Menteri Ekonomi Yang Ngegas Motor Listrik

“Persiapan jaringan meliputi jarngan radio dengan modernisasi baseband yang ditargetkan mencapai 100 persen di area-area dengan kepadatan traffic yang tinggi pada 2020,”ungkapnya.

Bukan hanya itu, pihaknya melanjutkan bahwa implementasi control and user plane separation (CUPS) melalui fibrasi yang dilakukan sejak akhir 2019 ini sudah mencapai 50 persen. Targetnya pada 2020 mencapai 70 persen.

Implementasi 5G

“Kemudian, untuk implementasi diameter pada billing system, saat ini telah mencapai 100 persen,”jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Smartfren Telecom Merza Fachys sendiri mengatakan bahwa implementasi 5G di Indonesia masih menunggu ketersediaan spektrum.

Baca Juga  Telkomsel Catat Lojakan Tarif Naik Mencapai 16%

“Kami untuk 5G secara teknologi sudah siap, tinggal menunggu spektrum tersedia,”ungkap Fachys.

Merza mengatakan bahwa intensif yang dibutuhkan seorang operator ialah mengenai waktu.

“Waktunya saja, jangan kelamaan,”terangnya.

Sebagai tambahan, ada sejumlah opsi yang bisa digunakan dalam penerapan 5G seperti 3,5 GHz, 26 GHz dan 28 GHz atau upper band.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kemenkominfo, Ismail mengatakan bahwa salah satu yang jadi pertimbangan pemerintah dalam menerapkan 5G adalah ketersediaan tiga lapisan jaringan atau spektrum frekuensi. Hal ini karena apabila penerapan 5G ingin terlaksana secara optimal dibutuhkan dukungan dari ketiga opsi tersebut.

Baca Juga  Lagi-lagi Kementan Beri Alsintan untuk Tingkatkan Produktivitas Tani Yogyakarta

“Kebutuhan kita banyak ya di 5G, dari semua layer frekuensi memang kita membutuhkan, layer di middle band, low band and upper band,”jelasnya di Gedung Kemenrian Koordinator Bidang Perekonomian.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here