Fintech Ilegal Semakin Marak, SWI Tutup Ratusan Fintech Yang Tidak Terdaftar

Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menutup 388 entitas fintech P2P lending tak terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada Januari 2020, Satgas Waspada Investasi sudah menutup 120 fintech ilegal.

0
ilustrasi via ekonomi kompas com
ilustrasi via ekonomi kompas com

KabarUang.com , Jakarta – Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menutup 388 entitas fintech P2P lending tak terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada Januari 2020, Satgas Waspada Investasi sudah menutup 120 fintech ilegal.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan pihaknya telah menambah menutup fintech ilegal menjadi 508 fintech hingga pertengahan Maret 2020. “Kami tidak akan kendur untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu waspada sebelum menggunakan fintech lending, mengikuti penawaran investasi dan memanfaatkan usaha gadai swasta untuk melindungi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tulis di Jakarta.

Tongam meminta kepada masyarakat untuk terlebih dahulu memeriksa legalitas izin atau tanda terdaftar perusahaan fintech peer to peer lending, entitas penawar investasi dan gadai swasta kepada OJK atau otoritas yang terkait.

Baca Juga  Sektor Pembayaran Akan Semakin Kuat Buat Agen Fintech Terus Tumbuh Kata Menko Darmin

“Masyarakat sebaiknya menanyakan terlebih dahulu ke Kontak OJK 157 atau WA 081157157157 atau email [email protected] dan [email protected] Masyarakat juga bisa melihat daftar fintech lending yang terdaftar dan berizin serta daftar perusahaan investasi ilegal di website OJK,” ucapnya.

Total fintech lending ilegal yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi sejak 2018 sampai Maret 2020 sebanyak 2.406 entitas.

Satgas Waspada Investasi yang terdiri dari 13 Kementerian dan Lembaga akan terus berupaya memberantas kegiatan fintech lending, penawaran investasi dan gadai swasta ilegal ini dengan berbagai langkah antara lain:

Baca Juga  Kasus Bedak Bayi Jonshon & Jonshon Mengandung Zat Abestos

* Mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

* Memutus akses keuangan dari fintech lending ilegal: a) menyampaikan imbauan kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening existing yang diduga digunakan untuk kegiatan fintech lending ilegal; b) Meminta Bank Indonesia untuk melarang fintech payment system memfasilitasi fintech lending ilegal.

* Menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

* Peningkatan peran Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk sosialisasi dan penanganan fintech lending ilegal.

Baca Juga  3 Negara Ini Jadi Pilihan OJK Untuk Jalin Kerjasama Fintech

Sampai pertengahan Maret, SWI juga sudah menemukan dan menghentikan 15 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan penawaran investasi tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

15 entitas ini berusaha memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar. Sejumlah entitas penawaran investasi ilegal ini juga menduplikasi website entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah website tersebut resmi milik entitas yang memiliki izin.

Dari 15 entitas tersebut di antaranya melakukan kegiatan 7 Perdagangan Forex tanpa izin; 4 Investasi Uang; dan 4 Investasi lainnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here