Corona Jadi Ancaman Berat Itali, Korban Meninggal Tembus 8.000 Orang

0

KabarUang.com, Jakarta – Corona virus jadi ancaman besar Italia saat ini. Hal ini karena Italia mencatat bahwa korban meninggal akibat corona mencapai 8.165 orang pada Kamis (26/03).

Berdasarkan data yang dirilis Departemen Perlindungan Sipil Italia, jumlah kasus kematian akibat virus ini mencapai 8.165 orang. Sementara, untuk jumlah korban yang terpapar corona virus naik delapan persen menjadi 62.013. Jumlah pasien yang sembuh sebanyak 10.361 orang.

Ilustrasi via Katadata

Kota Lombardy saat ini menjadi pusat wabah covid-19 di Italia. Dari total 8.165 korban jiwa, sebanyak 4.861 berasal dari wilayah tersebut. Fakta ini membuat Gubernur Lombardy merasa cemas ditengah penerapan karantina wilayah atau lockdown. Dirinya khawatir bahwa ada penanganan yang luput dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 ini.

Baca Juga  Beda Negara , Beda Budaya , Berikut Menu Berbuka Puasa di Penjuru Bumi

“Saya cemas, mungkin kami melewatkan sesuatu,”ungkapnya dilansir wartaekonomi.com.

Perdana Menteri Italia sendiri, Guiseppe Conte menjanjiakan bahwa ada dana sebesar 25 miliar untuk pandemi corona yang akan disetujui pada bulan Apri mendatang.

Beberapa hal ini menjadi alasan mengapa Italia dinobatkan menjadi negara terparah yang terpapar Corona setelah China :

1. Umur dan Riwayat penyakit pribadi

Kebanyakan korban jiwa yang meninggal akibat corona di Italia adalah mereka yang berusia 65 tahun ke atas. Catatan ini juga menobatkan Italia di posisi kedua dengan jumlah lansia terbanyak. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan korban jiwa di Italia adalah sistem kesehatan warga Italia itu sendiri, meskipun Italia sudah menyediakan cakupan perawatan universal dan sebagian besar bebas biaya.

Baca Juga  Perusahaan Pegatron Mengalokasikan Pabriknya Ke Indonesia Dan Tanamkan Investasi Sebesar Rp 15 T

“Kami memiliki orang lanjut usia dengan banyak penyakit yang mampu hidup lebih lama berkat perawatan yang luas. Tetapi orang-orang ini lebih rapuh daripada yang lain,”ungkap Massimo Galli, kepala unit penyakit menular di Rumah Sakit Sacco, Milan.

2. Kontak sosial

Selanjutnya alasan lain yang menjadikan banyaknya korban di Italia adalah kontak sosial. Para ahli menunjuk “matriks kontak sosial” sebagai alasan lain yang menjadi sebab banyak berjatuhnya korban akibat corona.

“Orang-orang lansia Italia, kebanyak dari mereka hidup sendiri, tidak terisolasi dan hidup mereka ditandai oleh banyak interaksi intens dengan anak-anak mereka dan populasi yang lebih muda dibandingkan dengan negara-negara lain,”ungkap Linda Laura Sabbadini, direktur pusat Italia Institit Statistik Nasional.

Baca Juga  Kekayaan Konglomerat Di Negara Matahari Ini Hanya Turun 5 Persen Ditengah Wabah Corona

3. Tenaga Medis tanpa APD memadai

Para tim medis Italia di kota Lombardy merawat pasien terinfeksi corona tanpa peralatan perlindungan yang memadai. Berdasarkan laporan yang ada, sebanyak 14 orang dokter meninggal dunia. Sementara ada 3.700 perawat dan dokter yang terinfeksi saat bertugas.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here