Antisipasi Dampak Corona Bagi Warga Miskin, Pemerintah Segera Siapkan BLT

0

KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah akan segera memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 29,3 juta masyarakat yang masuk dalam daftar 40 persen rumah tangga termiskin yang terdampak covid-19.

Ilustrasi via BBC

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan bahwa pemerintah sudah memiliki daftar 15,2 juta keluarga yang terdata di Kementrian Sosial sebagai penerima bantuan pangan nontunai (BPNT).

“Sisanya sebanyak 14,1 juta lainnya sedang didata kembali,”ungkap Susijiwono pada konferensi pers live streaming, Jakarta, Kamis (26/3).

Pemberian BLT ini merupakan paket dari stimulus lanjutan yang saat ini sedang diformulasikan oleh pemerintah. Meski demikian, Susiwijono tidak pernag menyebutkan jumlah anggaran yang disediakan.

BLT ini juga nantinya akan diberikan kepada pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro kecil. Seperti pedagang pasar serta pengemudi transportasi daring. Menurutnya, pemerintah sedang mengumpulkan data dari perusahaan serta asosiasi terkait.

Baca Juga  Ini Dia Pendapat Bill Gates Mengenai Negara Yang Menangani Corona 5 Tahun Yang lalu

Bukan hanya itu, pekerja infromal di pusat perbelanjaan juga menjadi kelompok yang mendapatkan BLT ini. Pemerintah nantinya akan menghubungi Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) untuk mendapatkan informasi terkait jumlah pekerja yang perlu diberikan BLT.

“Sasaran pertama adalah para pekerja sektor informal seperti warung, toko-toko kecil, pedagang pasar dan sebagainya. Sasaran kedua adalah para pelaku usaha transportasi online seperti pengemudi Gojek dan Grab serta pekerja informal lainnya, termasuk pekerja harian di Mal, pusat perbelanjaan,”terangnya.

Baca Juga  Badan Anggaran DPR RI Kini Sudah Sepakati Asumsi Makro RAPBN Tahun 2020

Di luar itu, Jokowi memiliki kebijakan untuk mengubah kartu prakerja menjadi jaring pengaman sosial.

“Presiden memberikan arahan, kartu prakerja yang sebenarnya didesain untuk peningkatan kompetensi lewat vokasi digeser menjadi bagian dari jaring pengaman sosial,”terang Susiwijono.

Dia menambahkan bahwa aspek ekonomi serta kesehatan memiliki urgensi yang sama pentingnya dan besar sehingga harus dilaksanakan beriringan.

Sementara, di sisi lain, pemerintah Jawa Barat mengalokasikan dana sebanyak Rp 5 triliun untuk membantu masyarakat Jabar yang ekonominya terdampak Covid-19. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan bahwa ada satu juta warga yang terdampak.

“Mulai pekan, kami akan mulai menyalurkan bantuan ke warga Kabar,”ungkap Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil itu,”ungkapnya.

Baca Juga  UMKM Bandung Putar Otak Demi Pertahankan Bisnis Ditengah Pademi

Dirinya mengatakan bahwa satu juta warga itu tidak termasuk kedalam masyarakat yang menerima bantuan pemerintah. Hal ini karena warga yang sudah memiliki karti BNPT merupakan wewenang pemerintah pusat.

“Kalau kami fokusnya ke warga Jabar yang miskin baru. Biasanya hidup normal, mereka tiba-tiba tidak punya penghasilan dengan kondisi ini,”jelasnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here