Alasan Google Tutup Kantor di Amerika Utara

0

KabarUang.com, Jakarta – Induk perusahaan Google, Alphabet, menyarankan agar semua karyawan di Amerika Utara bekerja dari rumah jika itu memungkinkan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko penyebaran virus corona, Selasa (10/03).

Ilustrasi via PenaMerdeka.com.

Saran ini merupakan perluasan dari pedoman serupa yang diberikan kepada karyawan Google yang berada di wilayah San Fransisco Bay. Saat ini, sebagian besar perusahaan memberikan opsi untuk bekerja dari rumah di wilayah tertentu, Amerika Serikat. Dilaporkan bahwa Google mengirim puluhan ribu memo kepada karyawannya. Memo ini berisi rekomendasi untuk seluruh karyawan Google agar bekerja dari jarak jauh, setidaknya hingga 10 April.

Baca Juga  Perusahaan Pegatron Mengalokasikan Pabriknya Ke Indonesia Dan Tanamkan Investasi Sebesar Rp 15 T

Di sisi lain, juru bicara perusahaan mengatakan bahwa Google sementara waktu ini melarang iklan masker di platformnya. Hal ini dilakukan untuk berhati-hati.

Google juga mengatakan sedang menyiapkan dana untuk masalah Covid-19 ini. Di mana semua karyawan dan vendor tidak tetap dapat mengambil uang cuti sakit jika mereka menunjukkan gejala virus tersebut atau tidak dapat datang bekerja karena dikarantina, dilansir bisnis.com.

Selain itu, Twitter pun mengumumkan bahwa pihaknya sudah menutup kantornya di Seattle, Amerika Serikat setelah salah satu karyawannya terindikasi corona.

“Karyawan (yang terindikasi) tidak berada di kantor untuk beberapa waktu dan tidak melakukan kontak dengan siapapun, kami menutup kantor Seattle untuk pembersihan menyeluruh,”cuit Twitter pada minggu lalu (06/03).

Baca Juga  Usaha Matangkan Pemilik Usaha di Indonesia Google Luncurkan Fitur Baru

Perusahaan tutup agar karyawan bekerja di rumah

Sehari sebelumnya pun, pada Kamis (05/03), Facebook menutup kantornya di Seattle hingga Senin (09/03). Keputusan inipun dibuat setelah salah satu karyawannya, seorang kontraktor di salah satu kantornya terinfeksi corona. Hal serupa juga dikatakan oleh perusahaan teknologi lainnya, termasuk Microsoft dan Amazon. Perusahaan ini merekomendasikan karyawannya untuk bekerja dari rumah untuk beberapa waktu.

Perusahaan ini, Facebook, Twitter, Microsoft, Amazon hingga Google berkomitmen akan memberikan upah per jam terhadap karyawannya yang bekerja di rumah.

Baca Juga  Demi Mengurangi Kesenjangan Digitalisasi Nasional, Satelit Nusantara 2 Segera Gantikan Palapa D Milik Indosat

“Kami akan membayar semua (upah) karyawan per jam yang mendukung kampus kami di Seattle dan Bellevue, mulai dari layanan makanan, penjaga keamanan hingga staf kebersihan, semua karyawan tersebut diminta bekerja di rumah,”dikutip dati TechCrunch,”pada Sabtu (07/03).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here