Virus Corona Terus Lemahkan Ekonomi Global

0

KabarUang.com, Jakarta – Wabah virus corona yang terus menyebar ini diyakini akan berimbas pada lemahnya ekonomi global secara signifikan. Hal ini karena China, dimana corona berasal, adalah negara dengan perekonomian yang besar. Untuk itu, saat ini perekonomian global ikut menurun.

Ilustrasi via Ekonomi Bisnis

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan bahwa dia mengira dampak virus corona lebih besar dibanding dengan cirus SARS yang saat itu menewaskan 800 orang. Dimana kejadian ini terjadi pada tahun 2002-2003 silam. Kala itu, virus SARS juga ditemukan di China dengan penanggulangan dana yang dibutuhkan kurang lebih USD33 miliar.

Baca Juga  Dampak Corona Terhadap Penjualan Iphone

“Namun, situasi saat ini berbeda karena China punya perekonomian yang snagat besar, maka kemungkinan butuh dana yang lebih besar dan akan mengganggu ekonomi dunia,”ungkap Hans berdasarkan risetnya, dilansir Okezone, Minggu (2/2).

Di sisi lain, data indeks manufaktur China masih bergerak stagnan pada periode Januari di level 50. Berdasarkan polling Reuters, para analisis memperkirakan bahwa di bulan Februari 2020 ini indeks manufaktur China akan turun di 40 hingga 45 poin. Boleh dikatakan ini adalah prediksi yang turun tajam akibat merebaknya corona.

Dampak corona terhadap ekonomi global

Dampak corona juga dirasakan oleh negara Amerika Serikat. Dimana Wall Street mengalami pelemahan, namun hingga saat ini masih cukup tertahan. Seperti yang dikatakan oleh Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield mengatakan bahwa resiko corona terhadap publik AS tergolong rendah.

Baca Juga  Moody's Merilis Keuangan Indonesia Pada 2021 Mendatang Diperkirakan Akan Tumbuh Akibat Wabah Corona

Selain Amerika, dampak virus corona juga dirasakan oleh pasar Eropa, setelah Inggris mengonfirmasi bahwa ada warganya yang teridentifikasi terkena virus corona. Disusul dengan Italia yang juga terinfeksi corona.

“Virus corona akan menjadi berita utama yang diperkirakan akan mumukul pertumbuhan ekonomi global dan China,”jelas Hans.

Namun, meski begitu pasar dunia pernah sempat pulih di tengah pekan kemarin. Hal ini setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan darurat kesehatan global. Namun, WHO tidak mengumumkan bahwa perjalanan ke China harus dilaksanakan.

Baca Juga  2 Perusahaan RI Ini Bisa Jadi Yang Terbaik Di Asia

“Hal ini menimbulkan optimisme (pasar) bahwa perekonomian China dan global tidak akan terlalu terganggu akibat cirus corona,”tutupnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here