√ Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang, 12 Tahapan Lengkap dan Penjelasannya

0
Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang, 12 Tahapan Lengkap dan Penjelasannya
Ilustrasi via unsplash/amyhirschi

Siklus akuntansi perusahaan dagang adalah proses pembuatan laporan keuangan pada sebuah perusahaan dagang dalam periode tertentu.

Umumnya, siklus akun transaksi tersebut akan dimulai dari transaksi hingga pembuatan laporan keuangan yang terjadi pada sebuah perusahaan.  Setelah itu, akan dilanjutkan dengan penutupan jurnal hingga jurnal balik. 

Perusahaan dagang merupakan salah satu perusahaan yang sangat membutuhkan keberadaan siklus akuntansi ini. Dengan begini maka akan mengetahui alur dari keuangan perusahaan.

Tanpa adanya jurnal akuntansi inilah maka perusahaan dagang tersebut tidak bisa mengembangkan usahanya dengan baik. Adapun siklus akuntansi perusahaan dagang diantaranya adalah sebagai berikut: 

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Secara Lengkap 

1. Identifikasi Transaksi Jurnal Umum 

Contoh laporan transaksi jurnal umum
Ilustrasi contoh laporan jurnal umum via sleekrco

Siklus akuntansi pertama yang harus dibuat oleh sebuah perusahaan adalah mengidentifikasi transaksi yang sudah terjadi didalam sebuah perusahaan dimana melibatkan semua akun.

Contoh dari transaksi dari perusahaan dagang adalah transaksi penjualan barang dagang. Sebagai seorang penjual, anda harus menyerahkan barang dagang dan sudah memperoleh uang atas pembayaran barang tersebut. 

Inilah yang disebut dengan identifikasi sebagai transaksi penjualan tunai yang terjadi didalam perusahaan 

2. Jurnal Khusus 

Laporan jurnal khusus siklus akuntansi
Ilustrasi contoh laporan jurnal khusus siklus akuntansi via slideplayerinfo

Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan jurnal khusus. Bagi perusahaan  perusahaan yang mempunyai sedikit transaksi, maka penggunaan jurnal umum bisa menjadi pilihan yang terbaik.

Tetapi bagaimana jika sebuah perusahaan mempunyai jumlah transaksi yang cukup banyak? Maka pilihannya adalah dengan menggunakan jurnal khusus ini. 

Penggunaan jurnal khusus pada siklus akuntansi perusahaan dagang ini sendiri juga akan memberikan banyak manfaat untuk perusahaan diantaranya adalah bisa membuat waktu, tenaga serta biaya jauh lebih efisien.  Adapun di dalam jurnal khusus ini pun juga terdiri dari beberapa jenis seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan serta pembelian 

  1. Jurnal penerimaan kas sendiri merupakan buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dimana berhubungan dengan penerimaan uang baik secara tunai maupun kredit 
  2. Jurnal pengeluaran kas ini bisa diartikan sebagai jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran modal maupun pembayaran kepada pihak supplier 
  3. Jurnal pembelian merupakan jurnal yang digunakan untuk melakukan pencatatan setiap transaksi pembelian yang dilakukan dengan cara kredit baik itu pembelian barang maupun non barang seperti pembelian peralatan 
  4. Jurnal penjualan berisi semua informasi transaksi yang berkaitan dengan penjualan barang yang dilakukan secara kredit 
Baca Juga  Penggunaan Kantong Plastik Turun Sekitar 30% Akibat Dikenakan Biaya Bayar Rp200

3. Buku Besar Pembantu

Apabila jurnal khusus sudah dibuat maka langkah siklus akuntansi perusahaan dagang berikutnya adalah pembuatan buku besar pembantu.  Buku besar pembantu ini sendiri juga merupakan bagian dari buku besar umum. Dimana tujuannya adalah untuk membuat data-data yang lebih rinci di dalam satu akun.

Didalamnya juga terdapat pencatatan dari beberapa akun tertentu. Kemudian dijadikan sebagai dasar informasi untuk melakukan penyusunan neraca saldo dari sebuah perusahaan 

4. Posting ke Buku Besar 

Tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang berikutnya adalah memindahkan data yang berasal dari jurnal umum tersebut ke dalam jurnal buku besar. Selain dari jurnal umum, data tersebut biasanya juga akan diambil dari jurnal khusus. Peristiwa pencatatan atau pemindahan ke buku besar ini sendiri dikenal dengan sebutan posting buku besar. 

Adapun pemindahan dari jurnal khusus ke buku besar ini sendiri biasanya akan menggunakan prosedur meliputi jumlah nominal, nomor halaman, rekening-rekening serta jumlah yang akan akan dipindahkan ke dalam buku besar sehingga tanggal periode pun harus ditulis dengan baik. 

5. Laporan Harga Pokok Penjualan 

Jika perusahaan dagang sudah melakukan pengaplikasian pencatatan secara perpetual atau fisik maka biasanya secara otomatis besarnya harga pokok suatu barang yang sudah terjual tersebut akan ditentukan saat terjadinya penjualan sehingga saat membuat jurnal penjualan sekaligus melakukan pencatatan harga pokok penjualan. 

Baca Juga  Pengertian Laporan Keuangan, Arti, Fungsi, Tujuan, Jenis, Contoh dan Karakter

Tetapi  biasanya perhitungan dari HPP tersebut sudah dianggap sebagai komponen dari laporan laba maupun rugi yang nantinya akan disajikan ke dalam laporan keuangan. Perhitungan dari harga pokok penjualan ini sendiri biasanya akan disusun di akhir periode akuntansi atau ketika pembuatan laporan keuangan dan laporan ini pun juga akan disajikan secara terpisah dari laporan laba rugi.

6. Membuat Neraca Saldo 

Adapun siklus akuntansi perusahaan dagang yang berikutnya adalah pembuatan neraca saldo. Informasi ini sendiri berasal dari buku besar yang sudah dibuat sebelumnya yakni biasanya meliputi  saldo akhir pada setiap akun-akun. 

Baik posisi debit maupun kredit harus balance atau sama. Jika ada kesalahan sedikitpun maka akan berakibat resiko besar. Apabila terdapat perbedaan atau tidak balance biasanya kesalahan  tersebut berasal dari pencatatan buku besar yang salah 

7. Jurnal Penyesuaian 

Siklus akuntansi selanjutnya adalah jurnal penyesuaian. Pembuatan jurnal penyesuaian ini sendiri biasanya adalah disebabkan dari adanya transaksi yang terjadi dimana memberikan pengaruh terhadap sejumlah akun perusahaan dan terkadang juga akan memunculkan jenis akun baru yang lainnya. 

Adapun contoh transaksi yang terjadi secara baru pada sebuah perusahaan dagang adalah apabila terjadi sewa toko yang sudah jatuh lebih dari tempo.  Neraca penyesuaian ini biasanya berisi macam-macam penyesuaian dan jurnal penyesuaian. 

8. Neraca saldo setelah penyesuaian 

Setelah itu siklus akuntansi perusahaan dagang selanjutnya adalah membuat neraca saldo setelah penyesuaian. Tahap ini sendiri merupakan tahap dimana menyesuaikan neraca saldo dengan jurnal penyesuaian yang menghasilkan neraca saldo yang sudah disesuaikan. Atau istilahnya adalah adjusted trial balance. 

9. Menyiapkan Laporan Keuangan 

Pembuatan laporan keuangan ini pun juga termasuk ke dalam siklus akuntansi perusahaan dagang. Keberadaan laporan ini sendiri juga akan memberikan sejumlah manfaat dimana akan memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk menemukan informasi mengenai posisi keuangan dari perusahaan. 

Baca Juga  Indonesia Kini Mulai Tekankan Reformasi WTO Yang Harus Jamin Kepentingan Negara Berkembang

Meliputi keadaan harta, modal dan utang dari perusahaan. Informasi yang digunakan dalam laporan keuangan tersebut biasanya berasal dari neraca saldo yang sudah disesuaikan.

10. Pembuatan Jurnal Penutup 

Jika sudah maka akan dilanjutkan dengan pembuatan jurnal penutup. Siklus akuntansi perusahaan dagang ini sendiri merupakan persiapan untuk laporan keuangan. Di jurnal penutup inilah akan terdapat informasi seperti laba maupun rugi yaitu meliputi akun pendapatan serta biaya.

11. Neraca Saldo Setelah Penutupan 

Jika sudah maka akan langsung dilanjutkan siklus akuntansi perusahaan dagang dengan pembuatan neraca saldo setelah penutupan. Tahapan ini sendiri merupakan tahap penyesuaian diantara neraca saldo dengan jurnal penutup. Adapun tujuan mengapa neraca saldo tersebut perlu disesuaikan adalah karena untuk mencatat kembali akun-akun yang sudah berubah   baik itu dari saldo maupun akunnya itu sendiri.

12. Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Terakhir Jurnal Pembalik 

Siklus akuntansi perusahaan dagang yang terakhir adalah jurnal pembalik. Jurnal ini sendiri biasanya tidak dibutuhkan dalam kondisi tertentu. Hal ini tidak lain karena jurnal pembalik sendiri biasanya hanya untuk jenis akun tertentu saja.

Sebagai contohnya untuk transaksi pendapatan yang sudah diterima di muka, dimana ketika penjurnalan dicatat sebagai pendapatan ataupun digunakan untuk transaksi biaya berupa piutang  atau dibayar dimuka  Sampai disini anda sudah mengetahui cara demi cara pembuatan siklus akuntansi dari sebuah perusahaan bukan?

Dengan informasi diatas lah, anda akan semakin mudah untuk mengerjakan siklus akuntansi perusahaan dagang dimana anda bekerja

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here