Potensi Bisnis Property di Kalangan Milenial Masih Melejit Tahun Ini

Pengembangan minat generasi muda untuk bergelut di bisnis properti merupakan kunci bagi pertumbuhan sektor perumahan. Country Manager Rumah123.com, Maria Herawati Manik memastikan, segmentasi pasar properti dengan market dari kalangan milenial potensinya masih cukup besar di tahun 2020. Bagi pebisnis properti, kondisi ini bisa untuk terus digali dan dikembangkan.

0
ilustrasi via rea group com
ilustrasi via rea group com

KabarUang.com , Jakarta – Pengembangan minat generasi muda untuk bergelut di bisnis properti merupakan kunci bagi pertumbuhan sektor perumahan. Country Manager Rumah123.com, Maria Herawati Manik memastikan, segmentasi pasar properti dengan market dari kalangan milenial potensinya masih cukup besar di tahun 2020. Bagi pebisnis properti, kondisi ini bisa untuk terus digali dan dikembangkan.

Banyak kalangan milenial yang bekerja di industri ekonomi kreatif. Kondisi ini pun membuat kalangan milenial itu memiliki pertumbuhan pendapatan yang bahkan lebih besar dibanding dengan pertumbuhan pendapatan nasional.

Baca Juga  Kemenperin Dorong Hilirisasi Industri Untuk Dukung Progres Ekspor

“Dari pertumbuhan pendapatan, apalagi bagi milenial yang sudah punya bisnis yang berhubungan dengan ekonomi kreatif, sebenarnya pertumbuhan pendapatan mereka sudah lebih baik dari pertumbuhan pendapatan nasional,” kata Maria dalam diskusi di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 6 Februari 2020.

Untuk itu, dia menegaskan peluang pasar properti milenial cukup besar di tahun ini. Meski demikian, lanjut Maria, salah satu tantangan terbesar bagi sektor properti milenial adalah untuk meyakinkan mereka untuk memiliki properti.

Sebab, Maria mengakui gaya hidup yang umum milenial saat ini, menempatkan kepemilikan properti khususnya rumah tidak menjadi fokus utama bagi mereka.

Baca Juga  Mahasiswa IT? Tenang 3 Peluang Karir Ini Bisa Jadi Acuan Kamu

“Maka di sinilah peran dari project, developers, atau bahkan dari agent atau development in house, untuk menjawab apa sebenarnya keinginan mereka dan apa yang mereka butuhkan,” kata Maria.

Maria melanjutkan, generasi milenial ini lebih tertarik dengan rumah yang simpel, tapi masih bisa diubah. Artinya, milenial tidak akan terlalu mempermasalahkan masalah luas hunian, selama desainnya dianggap cukup dan bisa memenuhi kebutuhan mereka di rumah.

Baca Juga  Sarjana Kelautan dan Perikanan Dituntut Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

“Banyak juga Milenial yang tertarik untuk memikirkan, soal bagaimana rumah juga bisa dijadikan tempat usaha. Hal-hal seperti itulah yang seharusnya menjadi demand yang juga bisa ditangkap oleh para developer,” kata Maria.

Selain itu, dia melanjutkan, cara penyampaian informasi kepada para milenial itu harus transparan dan semenarik mungkin. “Tidak lagi hanya menggunakan teks, tapi video. Karena ini juga sangat menjadi trend sehingga bisa menangkap pasar dari kalangan para milenial tersebut,” tuturnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here