Penghasilan Belum Tetap, Ini Dia Tips Atur Uangnya

Penghasilan merupakan poin penting untuk menjalani kehidupan. Dengan pemasukan rutin dan penyusunan anggaran yang tepat, maka finansial tentu tidak akan jadi masalah.

0
ilustrasi via jobwings ca
ilustrasi via jobwings ca

KabarUang.com , Jakarta – Penghasilan merupakan poin penting untuk menjalani kehidupan. Dengan pemasukan rutin dan penyusunan anggaran yang tepat, maka finansial tentu tidak akan jadi masalah.

Malahan, apabila dapat memaksimalkan keuangan dengan berinvestasi, pemenuhan kebutuhan untuk masa yang akan datang pun bisa lebih terjamin. Tapi, bagaimana apabila penghasilan yang diterima tidak tetap?

Seseorang dengan pendapatan yang stabil terkadang masih mengalami kesulitan dalam mengelola keuangannya. Tentu, jika penghasilan belum stabil, pengelolaan keuangan pun akan jadi masalah yang lebih menantang.

Apabila penghasilan Anda masih bersifat fluktuatif alias tidak tetap, begini cara atur uangnya seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Buat Beberapa Rekening Bank

Membuat beberapa rekening dapat membantu pengelolaan keuangan Anda ketika penghasilan masih belum bersifat rutin. Setidaknya, Anda perlu membuat empat rekening, di mana masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Rekening yang pertama merupakan tempat Anda untuk menampung pendapatan. Jadi, segala pemasukan yang Anda terima seperti pembayaran oleh klien, pembagian hasil bisnis, dan lain sebagainya bisa Anda salurkan ke rekening pertama tersebut.

Rekening yang kedua memiliki fungsi sebagai tempat Anda menyimpan dana yang akan disalurkan ke pos-pos pengeluaran. Untuk mengisi rekening kedua ini, sebelumnya Anda perlu meninjau anggaran Anda, dan kalkulasikan total pengeluaran per bulannya. Kamudian, salurkan dana dari rekening pertama ke rekening kedua tersebut sesuai jumlah kalkulasi.

Baca Juga  Dinyatakan Harga Telur Sampai Daging Melonjak Naik Menjelang Lebaran

Rekening yang ketiga merupakan tempat Anda untuk menabung dan investasi. Sebab pendapatan tidak rutin, maka, ada kalanya pemasukan Anda pada saat tertentu tidak mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan.

Nah, di sinilah peran tabungan ini berfungsi sebagai dana darurat untuk menyelamatkan finansial keluarga Anda.

Rekening keempat adalah untuk tujuan tertentu di luar kebutuhan-kebutuhan di atas.

Rekening keempat ini bisa Anda jadikan sebagai alokasi untuk mengapresiasi diri seperti travelling, dan kegiatan menyenangkan lainnya. Akan tetapi, pastikan Anda telah mengatur empat rekening itu dengan baik sebelum membuka rekening yang baru, agar tidak timbul masalah dalam pengelolaannya.

2. Membuat Perencanaan Keuangan untuk Satu Tahun ke Depan

Pendapatan yang tidak stabil tentu memerlukan perencanaan finansial yang matang agar tidak menimbulkan berbagai kendala dalam sirkulasi keuangan Anda. Sebab pemasukan bersifat tidak rutin, maka ada baiknya Anda menyusun anggaran untuk setahun penuh.

Anda perlu mencantumkan perkiraan pendapatan Anda dalam satu tahun, dan tentukan perkiraan kapan Anda mendapatkan penghasilan besar, maupun pendapatan ketika pekerjaan sedang surut.

Pada bagian pengeluaran, terdapat empat poin yang perlu Anda rinci. Pertama, yaitu pengeluaran yang bersifat wajib dan tetap. Maksudnya, Anda memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan nominalnya tetap. Contohnya yaitu pembayaran cicilan tempat tinggal maupun kredit kendaraan.

Baca Juga  Jelang Akhir Tahun, BI Siapkan Uang Tunai Sekitar Rp 100 Triliun

Kedua, yaitu pengeluaran wajib yang tidak tetap. Artinya, kebutuhan tersebut harus terpenuhi, namun biaya yang diperlukan dapat berubah-ubah. Misalnya yaitu pembayaran tagihan listrik.

Ketiga, yaitu pengeluaran yang bersifat tidak wajib dan tetap. Pengeluaran ini bersifat opsional, namun dana yang diperlukan bersifat tetap. Contohnya yaitu pembayaran tagihan langganan paket internet.

Terakhir, yaitu pengeluaran tidak wajib dan tidak tetap. Artinya, pengeluaran ini bersifat opsional, serta biaya yang perlu Anda sisihkan untuk kebutuhan ini juga tidak selalu sama. Misalnya yaitu kebutuhan untuk belanja.

3. Persiapkan Dana untuk Pensiun dan Jangan Pernah Abai

Setiap orang pasti menginginkan masa tua di mana mereka tidak perlu mengkhawatirkan tentang biaya hidup. Tentu, jika mereka mendapat dana pensiun dari perusahaan tempat mereka bekerja, maka biaya hidup di usia senja tidak akan jadi masalah.

Namun, apabila Anda bekerja tanpa adanya ikatan dengan perusahaan, tentunya Anda harus menyiapkan sendiri dana untuk pensiun. Jika target Anda untuk pensiun masih lebih dari lima tahun yang akan datang, Anda dapat berinvestasi agresif, misalnya yaitu dengan reksadana saham.

Apabila targetnya ternyata kurang dari lima tahun, akan lebih baik jika Anda mulai mengelola aset, dengan membaginya untuk; biaya pensiun, terus dijalankan, dan yang kelak akan diwariskan.

Baca Juga  BI Karantina Uang Selama 14 Hari Sebelum Di Edarkan

4. Jangan Lupa Siapkan Asuransi

Karyawan pada umumnya mendapatkan fasilitas berupa asuransi kesehatan dari perusahaan tempatnya bekerja. Namun, karena Anda adalah seorang pekerja freelance, mandiri, maupun wirausahawan, maka pendapatan Anda cenderung harus dikelola sendiri.

Oleh karena itu, perlu memproteksi kehidupan Anda secara mandiri dengan mendaftarkan diri pada program asuransi. Jenis asuransi yang paling penting untuk Anda miliki adalah asuransi kesehatan.

Sebab kesehatan adalah kunci Anda untuk bisa terus bekerja, maka asuransi ini tentunya harus Anda prioritaskan. Adanya asuransi kesehatan tentu dapat menutup kebutuhan Anda ketika memerlukan pengobatan.

Selanjutnya, Anda dapat menambahkan asuransi jiwa untuk melindungi kondisi keuangan keluarga secara menyeluruh. Sebab kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya.

5. Buat Perencanaan Dana untuk Pendidikan Anak

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan anak yang sangat penting dan wajib untuk dipenuhi. Salah satu kendala dalam mempersiapkan pendidikan anak yaitu inflasi biayanya dari tahun ke tahun.

Dengan pemasukan yang bersifat tidak rutin, dalam membuat perencanaan pendidikan anak, Anda perlu mengalkulasi elemen-elemen kebutuhan sekolah yang akan diperlukan anak. Beberapa poin yang perlu Anda perhitungkan yaitu uang pangkal, biaya pendidikan per bulan, kegiatan tambahan (ekstrakurikuler), dan seragam.

Setelah melakukan penghitungan tersebut, perkirakan pula besaran inflasi ketika anak akan masuk sekolah. Untuk mempermudah, Anda dapat menghitung kenaikan biaya secara global, yaitu sebanyak 15% mulai dari pendidikan pra sekolah hingga SMA, serta 10% untuk perguruan tinggi dalam negeri.

Apabila ingin menjamin kebutuhan pendidikan anak di masa yang akan datang, ada baiknya Anda memulai untuk berinvestasi. Pasalnya, keuntungan dari kegiatan tersebut dapat Anda manfaatkan untuk membiayai pendidikan anak nantinya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here