Pendapatan Makin Lesu, Divisi Mobile Samsung Coba Adopsi Chip 5G

Perusahaan Samsung Electronics baru-baru ini merilis pendapatan kuartal keempat tahun 2019. Pendapatan year on year naik 1 persen menjadi 59,9 triliun won atau sekitar Rp600 triliun, sementara laba operasi turun 34 persen hingga 7,1 triliun won atau sekitar Rp84 trilliun dilansir dari TheVerge, Kamis (30/1/2020).

0
ilustrasi via channelnews com au
ilustrasi via channelnews com au

KabarUang.com , Jakarta – Perusahaan Samsung Electronics baru-baru ini merilis pendapatan kuartal keempat tahun 2019. Pendapatan year on year naik 1 persen menjadi 59,9 triliun won atau sekitar Rp600 triliun, sementara laba operasi turun 34 persen hingga 7,1 triliun won atau sekitar Rp84 trilliun dilansir dari TheVerge, Kamis (30/1/2020).

Alasan utama penurunan ini adalah penurunan harga chip memori, penggerak laba terbesar Samsung dalam beberapa tahun terakhir. Bisnis panel display juga mengalami penurunan laba dari tahun ke tahun karena permintaan yang lemah.

Jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2018, laba Samsung pada tahun 2019 ini mengalami penurunan hingga 56 persen. Pada kuartal kedua tahun 2018, laba Samsung tercatat 12,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 176,5 triliun.

Baca Juga  Austraslia Tuntut Unit Lokal Samsung Korea Selatan Karena Promosikan Barang Dagangnya Tahan Air

Ricky Seo, seorang analis dari HSBC menyebutkan bahwa adanya pelemahan pasar chip yang membuat pendapatan Samsung melemah pada kuartal kedua tahun 2019 ini.

“Surplus pasokan dan melambannya permintaan akan chip memori menciptakan lingkungan ‘sulit’ bagi Samsung,” ucap Ricky Seo, seperti yang dikutip dari CNN.

Selain itu, adanya larangan smartphone Huawei pun berimbas pada Samsung. Merek smartphone asal China tersebut diketahui menggunakan chip memori dari Samsung. Tak hanya itu, penjualan iPhone yang lesu pun juga berakibat pada Samsung karena iPhone menggunakan panel OLED buatan Samsung.

Baca Juga  Ini Dia Penyebab Indonesia Belum Siap Luncurkan Layanan 5G

Di sisi lain, melemahnya penjualan Samsung Galaxy S10 pun juga menjadi faktor lainnya. Menurut analis dari Daiwa Capital Markets, penjualan flagship terbaru Samsung tersebut membuat pendapatan perusahaan melemah.

Divisi mobile, di sisi lain, melakukan lebih baik daripada setahun yang lalu, dengan Samsung meningkatkan penjualan dan profitabilitas ponsel seperti seri Galaxy A.

Samsung berharap bahwa adopsi 5G yang lebih luas pada tahun 2020 akan meningkatkan jumlahnya sedikit banyak. Siklus pemutakhiran 5G kemungkinan akan membantu divisi seluler, tetapi Samsung mencatat bahwa ia harus dapat meningkatkan penjualan memori ke produsen handset dan perusahaan pusat data.

Baca Juga  Pengembang Soroti RUU Pertanahan Mengenai Hunian Orang Asing

Perusahaan juga berencana untuk mengembangkan chip 5G terintegrasi untuk smartphone pasar massal dan mengharapkan permintaan untuk display OLED dan sensor kamera ponsel resolusi tinggi meningkat.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here