Pemerintah Coba Tarik Influencer Untuk Promosikan Destinasi Wisata Indonesia

Influencer adalah orang-orang yang punya followers atau audience yang cukup banyak di social media dan mereka punya pengaruh yang kuat terhadap followers mereka, seperti artis, selebgram, blogger, youtuber, dan lain sebagainya.

0
ilustrasi via lifestyle okexone com
ilustrasi via lifestyle okexone com

KabarUang.com , Jakarta – Influencer adalah orang-orang yang punya followers atau audience yang cukup banyak di social media dan mereka punya pengaruh yang kuat terhadap followers mereka, seperti artis, selebgram, blogger, youtuber, dan lain sebagainya.

Dalam zaman digitalisasi seperti sekarang ini, Influencer memang banyak dibutuhkan oleh berbagai bisnis dalam memasarkan atau mempromosikan sebuah barang dan jasa. Influencer adalah orang yang sangat penting dalam mengembangkan bisnis terutama dalam pemasaran. Mereka pun memiliki pengaruh yang cukup besar bagi para pengikutnya tersebut untuk melakukan sesuatu hal.

Baca Juga  Pemerintah Melalui Kemenkeu Asuransikan Barang Milik Negara

Untuk menarik wisatawan mancanegara pemerintah kali ini mencoba menganggarkan Rp 72 miliar untuk promosi wisata melalui media dan influencer. Promosi wisata melalui influencer ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan asing, setelah dunia pariwisata Indonesia sempat terpukul akibat penyebaran virus corona (Covid-19) di China dan negara-negara lainnya.

“Kemudian ada untuk anggaran promosi Rp 103 miliar dan juga untuk kegiatan turisme sebesar Rp 25 miliar. Dan media relations dan influencer sebanyak Rp 72 miliar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Presiden.

Baca Juga  Pemerintah Menggenjot Kualitas SDM, Bertujuan Agar Masyarakat Bisa Mendapatkan Pekerjaan Sesuai kemampuannya

Pemerintah memang sedang menerbitkan sejumlah kebijakan dan insentif untuk menggenjot lagi angka kunjungan wisatawan, baik asing dan domestik. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menambahkan, anggaran sebesar Rp 298 miliar sudah disiapkan untuk menarik sekitar 736 ribu wisatawan asing.

Setelah pasar China tertutup akibat virus corona, pemerintah Indonesia mulai mengincar pasar dari Australia. “Itu kira-kira mendatangkan menghasilkan devisa sebesar Rp 13 triliun,” ujar Wishnutama.

Baca Juga  Putri Tanjung Berbagi Kiat Milennial Harus Mampu Asah Skill Untuk Hadapi Era 4.0

Sementara untuk wisatawan dalam negeri, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 443,9 miliar. Angka tersebut mencakup pemberian diskon tiket pesawat sebesar 30 persen untuk 25 persen ketersediaan kursi dalam setiap penerbangan.

Diskon diberikan untuk rute 10 destinasi pilihan, yakni Danau Toba (Silangit) di Sumatra Utara, DI Yogyakarta, Malang di Jawa Timur, Manado di Sulawesi Utara, Bali, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Bangka Belitung, serta Batam dan Bintan di Kepulauan Riau.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here