Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika Serikat Semakin Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah mengalami pelemahan cukup dalam hingga hari ini, Jumat, 28 Januari 2020. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah telah melemah 1,54 persen, dari Rp14.018 menjadi Rp14.234 per dolar AS.

0
ilustrasi via economy okezone com
ilustrasi via economy okezone com

KabarUang.com , Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah mengalami pelemahan cukup dalam hingga hari ini, Jumat, 28 Januari 2020. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah telah melemah 1,54 persen, dari Rp14.018 menjadi Rp14.234 per dolar AS.

Hingga pukul 17.25 WIB, dolar AS tercatat bergerak di level Rp 14.040-14.530. Ini adalah posisi tertinggi dolar AS terhadap rupiah sejak awal tahun.

Sementara dibandingkan secara point to point terhadap setahun yang lalu, nilai tukar dolar AS ada di rentang Rp 13.565-14.530. Artinya posisi hari ini juga menjadi yang terlemah buat rupiah dalam setahun terakhir.

Baca Juga  Kesepakatan Perang Dagang, Rupiah Mulai Melemah ke Kisaran Rp14.045/USD

Jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, pelemahan nilai tukar rupiah cukup besar. Misalnya, pada 12 Februari 2020, rupiah sempat berada di posisi Rp13.659 per dolar AS.

Gubenur BI, Perry Warjiyo mengatakan, meski telah melemah cukup dalam, secara year to date (ytd) atau sejak 1 Januari-27 Februari 2020, rupiah masih melemah sebesar 1,08 persen terhadap dolar AS. Jauh lebih rendah dari negara-negara lain, terutama yang sama-sama di kawasan Asia.

Baca Juga  Akibat Kerusuhan 22 Mei Nilai Tukar Rupiah Tembus Posisi Rp14.515 per dolar AS

“Bandingan dengan negara lain, pelemahan rupiah relatif rendah dibandingkan dengan mata uang lain,” kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020.

Dia mencontohkan, mata uang kuat Asia saja, yakni dolar Singapura, telah melemah hingga 3,76 persen ytd. Sementara itu, won Korea Selatan telah melemah hingga 5,07 persen, baht Thailand 6,42 persen, dan ringgit Malaysia 2,91 persen.

“Pengaruh Corona ke Indonesia relatif rendah dibandingkan pengaruh di negara lain di kawasan Asia,” ungkap Perry.

Baca Juga  CNAF Berhasil Bukukan Laba Sebelum Pajak Sebesar Rp. 256.7 M

Perry menegaskan, kondisi itu tidak terlepas dari intervensi yang terus dilakukan BI. Intervensi itu dilakukan di tiga pasar keuangan, yakni di pasar spot dengan menjual valuta asing, kemudian melalui pasar Domestic Non Delivery Forward (DNDF), serta di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dengan membeli obligasi pemerintah itu mencapai Rp100 triliun.

“Itulah yang menjelaskan kenapa pelemahan nilai tukar rupiah maupun kenaikan yield SBN lebih baik dari negara lain,” tegas dia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here