Mandiri Rencana Turunkan Bunga KPR Pada Tahun Ini

Mandiri membuka ruang untuk menurunkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mengambang. Penurunan suku bunga direncanakan di kisaran 25-50 basis poin pada Kuartal II-2020.

0
ilustrasi via emitennews com
ilustrasi via emitennews com

KabarUang.com , Jakarta – Mandiri membuka ruang untuk menurunkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mengambang. Penurunan suku bunga direncanakan di kisaran 25-50 basis poin pada Kuartal II-2020.

Rencana itu beriringan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang telah menurunkan suku bunga acuan pada 20 Februari 2020. BI menurunkan suku bunga acuan BI-7 day reverse repo rate menjadi di level 4,75 persen.

EVP Consumer Loan Bank Mandiri Ignatius Susatyo menegaskan, penurunan bunga KPR tersebut memang baru sebatas rencana. Sebab, ditegaskannya, kebijakan itu tidak hanya tergantung dari suku bunga acuan BI, namun juga likuditas di perbankan.

Baca Juga  Dinamika Perdagangan Global, Berdampak Langsung Kepada Aliran Investasi

“Paling 25 sampai 50 basis poin. Tergantung lah, kan walaupun bunga turun, likuditasnya belum tentu ada, dananya belum tentu ada, orang kan belum mau nabung, dananya disimpan,” tutur dia di Menara Mandiri, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2020.

Saat ini, kata dia, suku bunga KPR mengambang di Bank Mandiri masih di kisaran 11,5-12,5 persen. Meski begitu, Bank Mandiri ditegaskannya punya program KPR tahun ini untuk tingkat bunga 10 tahun 9,99 persen tetap.

Baca Juga  Mendag Sudah Prediksi Akan Ada Kenaikan 200% Ekspor Kertas RI ke Chili

“Kita masih punya dua produk yang belum ada di bank lain nih, bunga 10 tahun fix 9,99 persen. 10 tahun, selama 10 tahun angsuran sama nggak naik turun. (Meski tren suku bunga turun) ya kan pilihan,” tegas dia.

Sebagai informasi, untuk tahun ini Bank Mandiri menargetkan bisa menyalurkan KPR sebesar Rp11 triliun. Dengan itu, diharapkan transaksi kredit kepemilikan properti Bank Mandiri bisa di atas delapan persen pada akhir tahun ini setelah mencatat kenaikan 2,8 persen pada akhir tahun lalu menjadi Rp44,3 triliun.

Baca Juga  Sebanyak Rp271,1 Triliun Untuk Uang Lebaran, BI Katakan Cek Dulu Keasliannya

Ignatius menegaskan, meski penurunan bunga KPR tersebut memang baru sebatas rencana. ia mengungkapkan, nantinya kebijakan itu tidak hanya tergantung dari suku bunga acuan BI, namun juga likuditas di perbankan.

“Paling 25 sampai 50 basis poin. Tergantung lah, kan walaupun bunga turun, likuditasnya belum tentu ada, dananya belum tentu ada, orang kan belum mau nabung, dananya disimpen,” tutur dia dikutip Jumat, 29 Februari 2020.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here