Kesadaran Milennial Semakin Tumbuh, Mandiri Optimis Indonesia Masih Tarik Investasi

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berupaya mendorong pembangunan ekonomi nasional melalui berbagai proyek seperti jalan tol, transportasi, energi, listrik, konstruksi dan telekomunikasi. Kemudian mendukung sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

0
ilustrasi via www bankmandiri co id
ilustrasi via www bankmandiri co id

KabarUang.com , Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berupaya mendorong pembangunan ekonomi nasional melalui berbagai proyek seperti jalan tol, transportasi, energi, listrik, konstruksi dan telekomunikasi. Kemudian mendukung sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Terlebih untuk sekarang ini kesadaran untuk memilih berinvestasi sepertinya makin tumbuh bagi kaum muda di era modern ini atau generasi milenial. Tercatat 51,74% dari total 13.392 investor Sukuk berasal dari generasi milenial. Begitu juga dengan penjualan SBR, tercatat lebih dari 55% milenial mendominasi proporsi investor baru yang mencapai 12.961 investor.

Baca Juga  Akibat Belum Lapor, Spekulasi Kinerja BUMN Mencuat

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan kebijakan mempromosikan investasi bersama dengan konsumsi domestik yang kuat, akan menjadi sumber utama pertumbuhan inklusif. “Mempercepat kegiatan investasi adalah peluang besar untuk mengembangkan kapasitas produksi, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja yang besar dan pada akhirnya menumbuhkan ekonomi,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/2).

Sementara Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Rumantir menambahkan Indonesia memiliki modal yang besar untuk menarik investasi langsung. Salah satunya stabilitas ekonomi  di tengah tren perlambatan ekonomi global.

Baca Juga  Bos Garuda Lari Saat Ditanya Soal Penurunan Tarif Tiket Pesawat

“Jika dibandingkan dengan emerging market lainnya, kinerja ekonomi Indonesia lebih baik. Misalnya, pertumbuhan China menurun dari 6,6 persen pada 2018 menjadi 6 persen pada Januari-September 2019, India merosot tajam dari 7,2 persen menjadi 4,5 persen pada periode yang sama,” ujar Silvano.

Salah satu faktor pendorong ekonomi, lanjut Silvano, adalah pertumbuhan investasi. Pada 2018 tercatat investasi tumbuh kuat, sebesar 6,67 persen. Meskipun sempat melambat menjadi 4,75 persen secara tahunan pada Januari-September 2019, seiring dengan berakhirnya tahun politik, stabilitas ekonomi dan politik akan semakin baik.

Baca Juga  Pemerintah Terus Genjot UMKM agar Terus Meningkat

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Dannif Danusaputro mengaku optimistis iklim investasi, termasuk pertumbuhan pasar modal, pada tahun ini akan lebih positif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Mandiri Sekuritas mencatatkan nilai transaksi total Rp 334,7 triliun, menempati peringkat pertama di Bloomberg League Table dengan pangsa pasar 7,6 persen dari total transaksi saham BEI sebesar Rp 4.424 triliun,” jelasnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here