Gubernur BI Turunkan Bunga Acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate, Begini Tanggapan BNI

Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto memproyeksi Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Februari 2020 akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 5%. Dimana perkiraan ini didasarkan atas pertimbangan bahwa transmisi penurunan BI7DRR sebesar 100bps di sepanjang tahun 2019 masih bergerak dan belum selesai, selain itu jika BI memangkas suku bunga di tengah berbagai sentimen global saat ini, maka bisa mengganggu nilai tukar Rupiah.

0
ilustrasi via merdeka com
ilustrasi via merdeka com

KabarUang.com , Jakarta – Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto memproyeksi Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Februari 2020 akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 5%. Dimana perkiraan ini didasarkan atas pertimbangan bahwa transmisi penurunan BI7DRR sebesar 100bps di sepanjang tahun 2019 masih bergerak dan belum selesai, selain itu jika BI memangkas suku bunga di tengah berbagai sentimen global saat ini, maka bisa mengganggu nilai tukar Rupiah.

Namun pada rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Februari 2020 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate, sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen.

Baca Juga  Ekonomi Syariah Ramah Bagi Semua Pemeluk Agama

Penurunan itu juga berlaku kepada suku bunga deposito, yang kini menjadi sebesar 4 persen dan suku bunga lending facility menjadi 5,5 persen.

Merespons itu, Direktur Human Capital dan Kepatuhan BNI, Bob Tyasika Ananta mengaku memahami tujuan BI dengan menurunkan suku bunga acuan tersebut.  BI disebut berharap adanya ‘growth over stability‘ dengan penurunan suku bunga itu atau bertujuan agar perekonomian nasional bisa terus bergerak.

“Tentunya kita juga akan mempertimbangkan untuk mengikuti gimana tren bunga tersebut,” kata Bob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis 20 Februari 2020.

Baca Juga  Destry Damayanti Resmi Dilantik Sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia

Selain melihat bagaimana tren suku bunga, Bob mengaku juga akan menjadikan mekanisme pasar. Dia mengatakan, nantinya mekanisme pasar itulah yang akan menjadi penentu sikap BNI dalam hal penyesuaian penurunan suku bunga, sekaligus sebagai aspek transmisinya.

“Hanya memang kemudian ada mekanisme pasar dan kompetisi yang ada. Jadi kita melihat bahwa ini ada suatu pesan yang dikirim otoritas bahwa untuk menggerakkan ekonomi, kita sudah menurunkan suku bunga. Jadi nanti kemudian bagaimana kita juga akan melihat mekanisme pasar sebagai transmisinya,” ujarnya.

Baca Juga  Ini Dia Di Balik Ganjil Genap Bikin Pendapatan Taksi Online Jadi Turun

Diketahui, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan penurunan suku bunga acuan itu konsisten dengan perkiraan inflasi yang terkendali, stabilitas eksternal yang terjaga, dan upaya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perekonomian global yang melambat dan pemulihannya yang terhenti.

Utamanya, kebijakan itu juga demi menopang kinerja ekonomi domestik dari pengaruh virus corona (Covid-19), yang terbukti memengaruhi ekonomi Indonesia. Hal itu juga karena negara yang menjadi pusat penyebaran virus tersebut, yakni China, diperkirakan juga akan menurunkan ekonomi negaranya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here