Defisit APBN Diperkirakan Naik Hingga Sentuh Angka 2.8%

Pemerintah meramal ketidakpastian perekonomian global masih akan berlanjut sampai tahun depan. Instrumen APBN untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi akan terus dilakukan dan diperkirakan akan melebar.Namun pada tahun ini pertumbuhan APBN ternyata semakin meningkat di banding perkiraan, perkiraan wakil Menteri keuangan akan menyentuh 1,76 %.

0
ilustrasi via republika co id
ilustrasi via republika co id

KabarUang.com , Jakarta – Pemerintah meramal ketidakpastian perekonomian global masih akan berlanjut sampai tahun depan. Instrumen APBN untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi akan terus dilakukan dan diperkirakan akan melebar.Namun pada tahun ini pertumbuhan APBN ternyata semakin meningkat di banding perkiraan, perkiraan wakil Menteri keuangan akan menyentuh 1,76 %.

Namun, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akan menyentuh angka 2,8 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu naik dibanding realisasi hingga akhir 2019 yang menyentuh angka 2,2 persen PDB.

Baca Juga  IMF : Pandemi Corona Jadi Alasan Krisis Ekonomi Global!

Perkiraan tersebut hampir mendekati ambang batas defisit APBN yang telah diatur dalam Undang Undang Keuangan Negara. Pada Pasal 17 Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, defisit APBN tidak boleh melampaui tiga persen dari PDB.

Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad menjelaskan, perkiraan pelebaran defisit tersebut disebabkan tidak adanya terobosan signifikan yang dilakukan pemerintah dalam menyusun dan menetapkan APBN 2020 pada Oktober 2019. Di tengah kondisi ekonomi saat ini, maka pelebaran itu tidak mungkin terelakkan.

“Pada saat itu pemerintah masih optimistis, situasi global masih optimis, penerimaan pajak masih sedikit goyang, tapi optimis. Ini menurut saya ada kesalahan awal proyeksi. Asumsi penerimaan pajak waktu itu (naik) 13 persen padahal realisasi tahun ke tahun 8-9 persen,” katanya di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

Baca Juga  Pemerintah Lebih Dulu Melihat Perkembangan dari realisasi APBN Sampai Semester I 2019

Dia mengatakan, berkaca pada 2019, dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, penerimaan pajak mengalami shortfall atau kekurangan hingga Rp245,5 triliun, sehingga defisit APBN 2019 secara nominal mencapai Rp353 triliun.

Sementara itu, dengan ketidakpastian ekonomi global yang diperkirakan masih terus berlanjut, pada 2020 shortfall diperkirakan mencapai Rp196,8 triliun. Defisit akan mencapai kisaran Rp486 triliun karena juga tidak adanya penyesuaian mekanisme belanja negara yang efektif.

Baca Juga  Menhub Akan Buat Bus Jadi Angkutan Favorit Bagi Masyarakat

“Dengan belanja relatif tetap tanpa ada perlakuan apa pun otomatis kita harus tambah utang, otomatis defisit meningkat menjadi 2,8 persen. Kalau pemerintah tunda ekspansi relaksasi pajak, mungkin akan sedikit selamat,” tuturnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here