Dampak Corona : Indonesia Berencana Produksi Makser

0

KabarUang.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku mendapatkan pesanan masker dari dampak meluasnya virus corona.

Dia mengatakan baru saja dihubungi oleh pihak Sunin Group, yang berkantor di pusat Nanjing, China. Pihaknya mengatakan bahwa dia ingin memesan dua juta masker dari Indonesia.

Ilustrasi via Tirto

Tentu saja ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian akibat dampak corona. Namun, Menteri BUMN itu menegaskan jika dirinya tidak siap produksi massal. Maka dia mengatakan, sebaiknya kita tidak menerima tawaran itu.

Indonesia diharapkan bisa produksi masker

“Hari ini saya ditelepon oleh Sunning, (mereka) mau membeli masker. Saya bingung juga dari mana (kita bisa memproduksi sebanyak itu), tapi kita jangan menjual kalau kemudian nggak siap,”ungkap Erick, Menteri BUMN dalam acara ‘Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum, di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Senin (10/2).

Baca Juga  Pademi Virus Corona Membuat Industri Penerbangan Semakin Terpuruk, Mulai dari PHK sampai Meminta Insentif Pemerintah

Pada acara itu, Erick mengaku bahwa dirinya tidak anti impor, namun menurut dia, alat kesehatan yang saat ini digunakan adalah produk impor.

“Saya nggak anti impor, tapi salah banget kalau semua alat kesehatan (harus impor), sekarang itu 90 persen impor,”ungkapnya.

Saat ini, Indonesia sendiri tengah fokus pada bidang kesehatan. Dimana presiden Joko Widodo berharap Indonesia mampu memproduksi sendiri produk alat kesehatan dengan tingkatkandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi, sehingga tidak perlu lagi impor.

Baca Juga  Menhub Tutup Sementara Rute Penerbangan Dari dan ke Kota Wuhan, China

Menteri BUMN itupun mendukung apa yang diharapkan Presiden. Oleh karena itu, dia berharap Indonesia mampu meproduksi alat kesehatan seperti masker yang saat ini sedang dibutuhkan akibat merebaknya virus corona.

“Amit-amit, kalau ada apa-apa ke kita, kita nggak ada masker”,tegasnya.

Dia juga kembali mengingatkan, jika kita belum mampu memproduksi masker berkualitas tinggi, setidaknya kita harus bisa memprosuksi masker yang umum digunakan masyarakat. Karena selama ini, Indonesia hanya mampu menjadi market saja.

Baca Juga  Akibat Virus Corona, Deretan Miliader Ini Kehilangan Ratusan Juta Pendapatannya

“Kalau tingkat tinggi belum bisa, ya tingkat rendah dulu, kita jangan hanya menjadi market,”tambahnya.

Indonesia memang menjadi salah satu dari banyak negara yang terkena dampak corona. Bukan hanya mengancam kesehatan masyarakatnya sendiri tetapi juga mengancam perekonomian.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here