Bank Konvensional di Aceh Harus Segera Dialihkan ke Bank Syariah

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin mengingatkan, bank konvensional yang memiliki cabang di Aceh untuk segera menuntaskan proses peralihan ke Syariah. Sebab pada tahun 2021, lembaga keuangan di Aceh wajib memberlakukan sistem Syariah.

0
ilustrasi via dialeksis com
ilustrasi via dialeksis com

KabarUang.com , Jakarta – Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin mengingatkan, bank konvensional yang memiliki cabang di Aceh untuk segera menuntaskan proses peralihan ke Syariah. Sebab pada tahun 2021, lembaga keuangan di Aceh wajib memberlakukan sistem Syariah.

Hal itu sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun (perda) Aceh nomor 11 tahun 2018 tentang lembaga keuangan syariah (LKS). Menurut Zainal, sejauh ini proses peralihan itu cukup lancar.

Namun, kata Zainal butuh percepatan, seperti bank yang memiliki portofolio dalam bentuk kredit dan penempatan dana pihak ketiga (DPK), untuk lebih cepat memindahkannya ke lembaga keuangan Syariah.

Baca Juga  Jelang Akhir Tahun, CIMB Catat Outstanding Loan CC Tumbuh 11,3%

“Ini perlu percepatan, khusus bank yang punya kantor banyak, ini perlu percepatan apalagi ini sudah deadline,” kata Zainal Arifin.

Tantangan bank konvensional saat ini, lanjut dia, bagaimana percepatan aspek legal, kemudian semua produk, aset dan bisnis yang ada di konvensional harus dialihkan ke Syariah.

“Terpenting bagaimana lembaga keuangan itu meyakinkan nasabah bahwa mereka siap untuk mengalihkan ke Syariah baik itu dari nasabah tabungan maupun kredit,” ujarnya.

Baca Juga  Ingin Tarik Wisatawan Pemerintah Aceh Adakan Banyak Event di Sepanjang Tahun 2020

Dari pertemuan pihaknya dengan perbankan yang ada di pusat maupun di Aceh, semua bersiap untuk melakukan konversi. Perbankan, kata dia, belum ada yang menyatakan komplain terhadap qanun lembaga keuangan Syariah di Aceh, semua mendukung.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Aulia Fadly menyebut total dana pihak ketiga yang ada di bank syariah dan konvensional mencapai Rp56 triliun.  Sementara yang terserap di bank Syariah di Aceh mencapai Rp 36 triliun. Sisanya masih berada di bank konvensional.

Baca Juga  Harga Gas Industri Mulai Naik, Siap-Siap Saja

“Kalau total dana yang ada di seluruh Aceh ada Rp 56 triliun. Sementara di syariah sudah Rp 36 triliun, sisanya itu di (bank) konvensional. Jadi tantangannya bagaimana mengkonversi dana yang ada di bank konvensional ini, semuanya menjadi Syariah,” ujarnya.

Kata dia, saat ini rata-rata bank yang memiliki cabang di Aceh sudah 60 persen mengkonversi asetnya ke Syariah. “Prosesnya sekarang sudah ada yang 50-60 persen, seperti bank milik BUMN, mereka sudah melakukan konversi (besar-besaran) ke syariah,” ucapnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here