Yuan Anjlok Turun di Tengah Virus Corona Sedang Meningkat

Kurs yen melonjak dan yuan jatuh di perdagangan luar negeri. Di sisi lain, yuan jatuh ke level terendah sejak 8 Januari lalu.

0
ilustrasi via IDXchannel com
ilustrasi via IDXchannel com

KabarUang.com , Jakarta – Kurs yen melonjak dan yuan jatuh di perdagangan luar negeri. Di sisi lain, yuan jatuh ke level terendah sejak 8 Januari lalu.

Kekhawatiran terkait China yang sedang berjuang membatasi penyebaran virus mirip-pneumonia memicu serangan penghindaran risiko (risk-off). Mata uang Jepang, sering dicari sebagai tempat berlindung yang aman di saat ketidakpastian, naik ke tertinggi dalam hampir tiga minggu terhadap dolar AS.

Kabinet China mengumumkan akan memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari, untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian virus korona baru. Liburan akan berakhir pada 30 Januari.

Baca Juga  Produksi Kentang Melonjak, Warga Belgia Diminta Perbanyak Konsumsi Kentang

Hong Kong juga telah melarang masuknya pengunjung dari provinsi Hubei, China, tempat wabah virus corona baru pertama kali dilaporkan, menyoroti kesulitan yang dihadapi para pejabat selama musim perjalanan puncak.

Otoritas kesehatan di seluruh dunia berlomba untuk mencegah pandemi virus, yang telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang di China dan menewaskan 76 orang. Ada kekhawatiran bahwa pengeluaran pariwisata dan konsumen bisa mendapat pukulan jika virus menyebar lebih jauh, yang akan mencegah investor mengambil risiko berlebihan.

Baca Juga  Investor Berburu Aset Safe Haven, Dolar AS Kini Ditinggalkan

“Ada banyak ketidakpastian tentang seberapa jauh virus ini akan menyebar, dan ini di balik pergerakan mata uang,” kata Yukio Ishizuki, ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo.

Yen menguat 0,3 persen menjadi 108,91 per dolar AS pada Senin pagi, mencapai level terkuat sejak 8 Januari. Mata uang Jepang juga melonjak sekitar 0,5 persen terhadap dolar Australia dan dolar Selandia Baru, karena kekhawatiran tentang virus itu menarik pedagang ke arah mata uang safe-haven dan menjauh dari mata uang yang lebih sensitif terhadap risiko.

Baca Juga  Sudah Siap Mudik, Dari SPBU Sampai Diskon Tarif Tol

Di pasar luar negeri, yuan turun lebih dari 0,3 persen menjadi 6,9625 terhadap dolar AS, terlemah sejak 8 Januari.

Indeks dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama sedikit berubah pada 97.884. Pedagang mengatakan pergerakan pasar bisa berlebihan karena likuiditas rendah, ketika pasar keuangan di China, Hong Kong, Singapura dan Australia ditutup untuk liburan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here