Tren Fashion 2020 : Semua Berhak Tampil Berani dan Berkarakter

0

KabarUang.com, Jakarta – Awal tahun 2020 dunia fesyen tidak lagi membuat ciri khas seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, dunia fesyen selalu mecintapakan fesyen yang dijadikan tren.

Misalnya saja seperto overall yang sata itu menjadi tren pada tahun 1990-an, hingga skinny jeans yang menjadi tren pada tahun 2010-an. Namun, di tahun 2020 ini berbeda.

Perancang busana kondang Musa Widyatmodjo mengatakan bahwa awal tahun dekade saat ini terlihat bahwa tren fesyennya cukup beragam. Masyarakat terlihat lebih berani dan tampil sebagai diri sendiri.

Ilustrasi via Stylo

“Tren fesyen kali ini berbeda dengan dekade sebelumnya. Dulu ada ‘kesepakatan’ yang terjadi (pada mode). Misalnya sekarang trennya motif bunga-bunga, warnanya cokelat, dan lainnya,”ungkap Musa seperti dikutip Antaranews.com.

Baca Juga  Tips Tampil Stylish Layaknya Fashion Anthusiast!

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa saat ini masyarakat bebas mengekspresikan diri dengan tampilan yang dia pilih. Hal ini karena saat ini dengan keterbukaan informasi, memungkinkan setiap orang bisa mencari referensi fesyen yang meneurut mereka sesuai dengan dirinya.

“Saya melihat banyak konsep yang lebih individual dan berkarakter. Dari tahun ke tahun, lebih ke perpaduan gaya individual; bagaimana me-mix culture, hingga styling yang colorful, berani dan eksperimental,”jelasnya.

Hal ini sejalan dengan desainer profesional yang eksis didunia fesyen. Selama tiga tahun belakangan ini mereka merancang mode yang berbeda-beda, tidak seragam.

Baca Juga  Ini Dia Penyakit "Social Climber", Bahaya Atau Tidak Ya?

“Ada ekspresi untuk tak menimbulkan keseragaman. Keberagaman itu jadi tolak ukur nilai masyarakat modern saat ini yak tak mau jadi sama,”paparnya.

Musa juga menilai bahwa keberagaman yang terjadi juga dikarenakan individu masyarakat saat ini. Alih-alih membuat desain yang cocok untuk semua tipe, fesyen 2020 condong ke insklusivitas – dimna semua punya hak untuk tampil percaya diri dengan tubuhnya.

“Fesyen bukan cuma skinny atau badan kurus, tapi juga untuk aneka ragam bentuk tubuh, lebih inklusif. Model saat ini tak harus cantik dengan rumusan baku di tahun 1980-1990an, tapi lebih ke personality dan uniqueness,”ungkapnya.

Baca Juga  Gita Orlin Perkenalkan Batik Motif Lagosi asal Magelang di Acara NYFW

“Sekarang ada model yang gemuk, kurus, dengan kulit mulus hingga belang-belang,”lanjutnya.

Bahkan saat ini tren fesyen cenderung bergama. Bukan hanya maskulin, feminin. Muncul model baru yang gebder-less.

“Makin ke sini makin ada percampuran gaya mulai feminin, maskulin, androgini hingga sekarang ada pula gender-less; tidak perempuan atau laki-laki. Itulah tren terbaru dan beda di dunia dulu dan sekarang,”tutupnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here