Ternyata Ini Penyebab Gedung Perkantoran Banyak Kosong di Jakarta

0
Ilustrasi Perkantoran via unsplash/frantic

KabarUang.com, Jakarta – Bisnis penyewaan Gedung perkantoran di Jakarta saat ini mengalami kondisi penurunan dan tekanan.

Beberapa area Central Business District (CBD) di Jakarta, Gedung perkantoran harus mencari strategi bukan hanya untuk mencari tenant baru melainkan untuk mempertahankan tenant yang sudah ada.

Tercatat dari Lembaga konsultan property Savills Indonesia, tahun 2019 tingkat kekosongan mencapai 24,4 persen. Angka ini mengalami kenaikan 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga  Center of Reform on Economics Prediksi Defisit Anggaran Indonesia Akan Membengkak Hingga Rp 300 T

Tingginya tingkat kekosongan ini salah satunya disebabkan oleh supply ruang perkantoran di Jakarta yang terus meningkat pesat dan tidak seimbang dengan demand untuk tenant baru.


Tren ini akan terus berlanjut di tahun 2020, bahkan diperkirakan tingkat kekosongan ruang kantor akan meningkat dia tahun ini.

“Jadi banyak tenant-tenant itu lebih memilih pindah ke gedung baru, dan meninggalkan gedung lama, sedangkan permintaan dari tenant baru tak banyak yang muncul,” ungkap Anton Sitorus, Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia seperti dikutip dari detikcom (22/01/20).

Baca Juga  Ini Dia Fakta Pemindahan Ibu Kota Indonesia

Peningkatan jumlah ruang perkantoran hingga 2023 akan terus bertambah hingga 1,2 juta m2.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here