Tajir, Platform Baru Untuk Pebisnis Syariah

0

KabarUang.com, Jakarta – Tajir, sebuah platform baru untuk muslim yang baru saja hijrah agar bisa menjadi pebisnis syariah. Tajir ini juga dikatakan sebuah gerakan muamalah kolaboratif yang menawarkan pembekalan serta pemodalan. Tentunya, prinsip dagang yang sigunakan adalah prinsip ekonomi syariah.

Ilustrasi via Inilah.com

Co-Founder Tajir, Tito Maulana yang sekaligus berperan sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kadin DKI Jakarta mengenalkan platform “Tajir”. Dimana ini diperuntukkan untuk mewadahi muslimin hijrah yang kebanyakan didominasi oleh milenial.

“Kami berupaya mengumpulkan teman-teman yang hijrah, mengembangkan usahanya, dari yang belum punya usaha, mengembangkan usaha ke yang lebih besar, dan setelah usahanya besar bisa diberi pembekalan ke teman-teman lain. ‘Life-cycle’ ini yang kita pertahankan,”ungkap Tito saat mengenalkan Tajir di Mesjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Minggu (19/01) dilansir inilah.com.

Baca Juga  3 Resep Aneka Puding Cup untuk Usaha

Acara ini dihadiri oleh sejumlah nama-nama yang terlibat dalam mengembangkan platform ini. Seperti Co-Founder Tajir sendiri, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah DKI Jakarta, Rezza Arif Budy Artha; Co-Founder Sagaleh, dan Dhyda Maryudha. Selain itu, hadir pula ustad ternama seperti Ustadz Syafiq Riza Basalamah dan Ustadz Subhan Bawazier. Terakhir, hadir pula Pemimpin BNI Syariah Cabang Fatmawati, Nirwan Purnama.

Alasan dibuatnya platform Tajir

Berangkat dari rasa bingung yang seringkali dialami oleh para muslimin yang sudah hijrah ketika mereka keluar dari pekerjaannya yang notabennya tidak memenuhi kaidah Islam.

Baca Juga  Boleh Dicoba, Ide Bisnis yang Cocok Saat Musim Hujan

Selain itu juga, mereka ingin mengetahui bagaimana cara menyucikan harta yang selama ini dimiliki. Selanjutnya, mereka ingin memiliki pondasi ekonomi yang sesuai syariah Islam untuk menghidupi keluarga. Inilah alasan yang Tito gali ketika membuat “Tajir” yang akan mewadahi para muslimin untuk diberikan pembekalan dan mengembangkan usahanya.

“Tajir” sendiri sendiri diambil dari bahasa Arab yang artinya berdagang. Saat ini, sudah ada sejumlah UKM yang telah bergabung. Jumlah anggotanya sudah mencapai 1.000 yang resmi terdaftar di Tajir.co.id. Tajir yang didirikan oleh PT Jalan Setelah Hijrah sudah didukung oleh perusahaan ternama, seperti Wardah dan BNI Syariah.

Baca Juga  Penjualan Ritel Menggeliat Selama Lebaran

Tito sendiri berpendapat bahwa fenomena ini akan terus tumbuh dan menyebar secara agresif. Gerakan Hijrah ini menjadi tren dikalangan masyarakat muslim, terlebih di perkotaan yang didominasi oleh kaum milenial.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here