Soal Revitalisasi Monas : Wahana Lingkungan Hidup Secara Tegas Menolak

0

KabarUang.com, Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta dengan tegas menolak revitalisasi Monas. Walhi menyatakan dalam keterangannya bahwa saat ini Jakarta membutuhkan pohon, bukan beton.

Ilustrasi via Detiknews

Selain itu, Walhi juga mengatakan bahwa saat ini dari luas Jakarta sebesar 661,5 km persegi. Dimana Ruang Terbuka Hijau (RTH) nya hanya sebesar 9,8 persen. Sedangkan dalam ketatapan UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang ditetapkan bahwa RTH itu paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota. Ini menunjukkan bahwa Jakarta butuh lebih banyak RTH.

Jakarta butuh lebih banyak RTH

“Bukannya mengejar pemenuhan RTH, Pemrov malah mengurangi, yakni di kawasan Monas dengan proyek revitalisasi kawasan Monas yang berlangsung sejak Januari awal. Revitalisasi ini telah mengorbankan ratusan pohon yang merupakan paru-paru Jakarta, dan akan menggantikannya dengan rencana plaza dan kolam pantulan bayangan,”ungkap Pengkampanye Pemulihan Lingkungan Hidup dan HAM Walhi Jakarta, Rehwinda Naibaho dilansir wartaekonomi.com, Kamis (30/1).

Baca Juga  Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) Dibuka Untuk Umum Hari Ini, Coba Yuk Mumpung Gratis

Hal itulah yang membuat pihaknya melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota Jakarta. Mereka menilai bahwa pengalihan fungsi lahan ini bukan hanya berdampak pada berkurangnya lingkungan hijau tetapi juga berkurangnya sumber penyerap polutan dan serapan air.

“KIta juga perlu mengingat bahwa Januari awal, Jakarta dilanda banjir yang lebih parah dibandingkan sebelumnya, tentu ini adalah dampak dari hilangnya Ruang Terbuka Hijau akibat alih fungsi lahan. Bahkan Jumat, 24 Januari 2020, kawasan Monas juga sempat tergenang air dan kami menduga ini adalah dampak dari revitalisasi kawasan Monas,”lanjutnya.

Baca Juga  Idul Adha, Anies Undang Chef Hotel Bintang 5 untuk Acara Makan Daging Kurban di DKI

Selain itu, dengan permasalahan yang kompleks, bukan hanya soal ruang terbuka hijau, tetapi polusi udara tidak juga membaik. Bahkan di tahun lalu, Jakarta masuk kedalam daftar kota paling tercemar.

“Harusnya langkah yang dilakukan pemprov DKI Jakarta adalah memperbanyak RTH dan menanam pohon yang bisa menyerap polutan bukan sebaliknya menebang pohon secara masif,”tutupnya.

Hal ini berbeda dalam sudut pandang Sekda DKI Jakarta Saefullah. Dimana dirinya mengklaim bahwa ruang terbuka hijau di kawasan Monas akan bertambah setelah di revitalisasi.

Baca Juga  Hari Ini Harga BBM Pertamina Jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dextile dan Pertamina Dex Turun

“Sesuai Keppres 25/1995 itu, ruang terbuka hijau yang ada disana itu 53 persen, lalu turunan keppres itu adalah kepgub, itu ruang terbuka menjadi 56 persen. Hasil sayembara, RTH menjadi 64 persen, jadi naik,”tanggapnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here