Sistem Informasi Akuntansi, Pengertian, Fungsi, Variable Dan Tujuan

0
Sistem Informasi Akuntansi, Pengertian, Fungsi, Variable Dan Tujuan
Ilustrasi sistem informasi akuntasi via unsplash/officestock

Sistem informasi akuntansi merupakan sistem informasi yang sangat penting bagi perusahaan. Sebelum membahas jauh mengenai makna dari informasi akuntansi ini, sebaiknya bahasan dimulai dulu dengan pengertian mengenai apa yang dimaksud dengan sistem itu sendiri.

Secara sederhana sistem diartikan sebagai kesatuan variable, yang terbentuk dengan maksud mempermudah pengerjaan sesuatu yang dilakukan secara rutin, terus menerus, ataupun berkala.

Munculnya penggunaan sistem ini diklaim untuk meningkatkan efektifitas dan juga efisiensi dalam pengerjaan. Sistem memungkinkan pekerja untuk menggunakan cetakan atau template yang telah dibuat, dan tak perlu melakukan pengerjaan dari nol, atau secara eceran.

Bukan hanya dalam sistem informasi, namun di Indonesia sendiri banyak sistem lain yang telah mulai dilaksanakan, misalnya saja sistem digital dalam lokasi parkir di mall ataupun pusat perbelanjaan, lalu sistem penghitungan yang dilakukan menggunakan Microsoft excel ada pula sistem absensi dengan sidik jari ataupun suara, yang sudah banyak digunakan di perkantoran dan universitas di kota-kota besar.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Berangkat dari pemahaman mengenai sistem, sebagai sebuah output dari variabel-variable, yang memiliki tujuan yang sama, jika hal ini dimasukkan dalam konteks informasi akuntansi, maka bisa dikatakan sistem informasi ini berarti serangkaian sistem yang bertujuan untuk melakukan pengumpulan data, pemrosesan data, hingga pendistribusian data yang terkait dengan bidang akuntansi dan keuangan.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli

  1. Menurut Nugroho Widjajanto (2001), merupakan sebuah susunan formulir, catatan, peralatan, tenaga pelaksanaan serta laporan yang terkoordinasi untuk melakukan transformasi data-data keuangan menjadi sebuah informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan atau manajemen.
  2. Menurut Mulyadi (2001), merupakan suatu organisasi formulir, catatan dan laporan yang sedemikian rupa terkoordinir untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen perusahaan dalam rangka pengelolaan perusahaan.

Sebelum dikembangkannya sistem informasi akuntansi ini, proses pengumpulan, lalu pemrosesan, dan penyebaran data keuangan ataupun akuntansi, dilakukan dengan cara yang manual. Namun kemudian ketika mode digitalisasi sudah mulai diterapkan di Indonesia, bidang akuntansi adalah salah satu yang dianggap memiliki urgensi tinggi untuk dibentuk sebuah sistem.

Baca Juga  Agung Podomoro Land Percepat Peluncuran Cluster Rumah Mewah di Bandung Hingga Rp 2,1 M

Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan adanya human error, atau kesalahan akibat kelalaian input manual yang dilakukan oleh petugas.

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi
Ilustrasi fungsi informasi akuntansi via faecbaedubr

Fungsi utama dalam penggunaan sistem informasi akuntansi sebenarnya telah sedikit terefleksikan melalui pengertiannya, yaitu sebagai rangkaian yang mengurus pengolahan hingga penyebaran data. Namun apabila dibahas dengan lebih dalam, sistem informasi ini dibentuk dengan beberapa fungsi dasar yang utama, yaitu :

1. Sebagai sistem pengumpul data

Tahap awal dari tugas dan fungsi sistem informasi akuntansi adalah sebagai sistem pengumpul data keuangan dan aktivitas yang terkait dengan akuntansi sebuah instansi. Semua data harus dimasukkan dalam informasi ini.

Mulai dari perencanaan keuangan, lalu dokumen-dokumen pengeluaran, bukti pemasukan, bagaimana kondisi saldo, kredit, dan tiap-tiap dana yang telah digunakan berkaitan dengan pelaksanaan program.

Semua data mengenai transaksi yang terjadi , baik itu dalam kasus internal perusahaan, maupun untuk kebutuhan kaitannya dengan pihak eksternal perusahaan, wajib dimasukkan dalam informasi akuntansi ini.

Setelah dimasukkan ke dalam sistem pengumpulan ini, nantinya data harus di submit dalam buku besar perusahaan, atau yang biasanya berisi mengenai semua aktivitas akuntansi dan keuangan sebuah instansi.

2. Sebagai penyedia informasi

Fungsi ini merupakan tindak lanjut dari fungsi sebelumnya. sistem informasi akuntansi berperan sangat penting dalam ketersediaan data akuntansi di perusahaan. Biasanya ini akan sangat dibutuhkan dalam tahapan perencanaan program kerja, lalu pelaksanaan, hingga evaluasi efektivitas keuangan dalam program tersebut.

Selanjutnya sistem ini berfungsi untuk menyediakan informasi sebagai pendukung dalam pembuatan keputusan-keputusan penting dalam instansi. Hal ini karena informasi akuntansi berisi data-data secara keseluruhan, sehingga komparasi mengenai untung dan rugi bisa di cek dan dianalisa dengan lebih terperinci. 

Baca Juga  Berantas Ponsel Ilegal, Ini Tanggapan Kemenkeu Terkait Aturan IMEI

Fungsi sebagai penyedia informasi lainnya adalah sistem informasi akuntansi bertugas sebagai penyedia laporan yang terkait dengan kebutuhan manajerial instansi.

Misalnya seperti laporan simpan-pinjam yang dilakukan oleh karyawan, lalu laporan mengenai perputaran gaji, ada juga laporan keuangan terkait laba yang diterima, dan tentu saja laporan mengenai kerugian yang terjadi.

Laporan keuangan ini juga bisa terkait dengan program-program perusahaan yang sedang dijalankan, sehingga bisa sekaligus memantau prosesnya.

3. Sebagai pemutus data

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, munculnya sistem informasi akuntansi ini salah satu tujuan utamanya adalah untuk meminimalisir adanya human error, karena kesalahan input data oleh petugas.

Karena itulah fungsi ketiga dari sistem informasi ini adalah sebagai sumber data yang memastikan kevalidan data yang ada. Informasi akuntansi harus bisa memastikan bahwa semua data sudah berhasil untuk tercatat, lalu telah bisa diproses dengan benar, dan sudah terdistribusi dengan sasaran yang tepat.

4. Sebagai pengaman data

Munculnya sistem yang didigitalisasi bertujuan untuk menambahkan sekuritas pada sebuah sistem. Hal ini untuk menghindari terjadinya kebocoran data, ataupun pencurian data-data penting perusahaan. Dalam konteks sistem informasi ini juga berlaku, yaitu untuk mengamankan posisi data keuangan yang dimiliki oleh perusahaan, dan hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki otorisasi legal dari perusahaan.

Bagian Pelaksanaan Sistem Informasi Akuntansi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa sistem merupakan sebuah kumpulan variabel, yang memiliki visi sama. Lalu apa saja variable pelaksana dalam sistem informasi ini? Terdapat kurang lebih enam bagian utama dalam sistem ini, yaitu :

1. Pengguna sistem : Bagian pertama adalah pengguna sistem akuntansi. Biasanya posisi ini dipegang oleh manajer, lalu akuntan, dan bisa juga oleh data analisis.

Baca Juga  Pariwisata Harus Raih Devisa Sekitar USD17,6 Miliar Di Tahun 2019

2. SOP sistem : Bagian kedua dalam sistem informasi akuntansi adalah adanya standar operasional dalam prosedur pelaksanaannya. Ini sangat penting, untuk menghasilkan sistem yang koheren, karena itu salah satunya adalah dengan menggunakan SOP yang valid, dan tidak sembarangan diimprovisasi maupun dimodifikasi. Ketika pengguna sistem ini sedang bekerja, mereka harus menjalankan prosedur yang sama mengenai prose spengumpulan, lalu proses, hingga distribusi data yang ada.

3. Data : Bagian lain yang tak kalah krusial adalah data terkait akuntansi itu sendiri. Ini merupakan bahan utama dalam informasi akuntansi.

4. Software dan tool : Variabel berikutnya dalam sistem informasi akuntansi adalah deretan software  dan juga tool digital, yang digunakan untuk pemrosesan kinerja sistem akuntansi. Biasanya software dan tool ini ada beragam, dan memiliki variasi sendiri di tiap-tiap perusahaan. Penggunaannya juga ada yang gratis dan ada yang premium.

5. Infrastruktur dan peralatan : Setelah adanya bagian software dan tool, maka pastinya tak bisa berdiri tanpa adanya infrastruktur dan peralatan keras. Misalnya saja seperti adanya router, PC, laptop, hingga server jaringan dalam perusahaan.

6. Sistem keamanan : Bagian terakhir dari penggunaan sistem informasi akuntansi adalah keamanan. Bagian ini berfungsi sebagai penjaga utama dari data yang ada. Digunakan untuk menghindari terjadinya pencurian data, penyalahgunaan, hingga plagiasi oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Itulah beberapa bahasan dasar mengenai pemaknaan, fungsi, cara kerja, dan variable-variabel utama akuntansi. Saat ini penggunaan sistem informasi akuntansi sudah sangat lumrah di tiap instansi di Indonesia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here