Meng Wanzhou Terus Lawan Tudingan AS dan Kanada Terhadap Huawei

Huawei merupakan salah satu penyedia peralatan dan layanan telekomunikasi terbesar di dunia, baru-baru ini mengalahkan Apple dan menjadi produsen ponsel pintar terbesar kedua setelah Samsung.

0
ilustrasi via asia nikkei com
ilustrasi via asia nikkei com

KabarUang.com , Jakarta – Huawei merupakan salah satu penyedia peralatan dan layanan telekomunikasi terbesar di dunia, baru-baru ini mengalahkan Apple dan menjadi produsen ponsel pintar terbesar kedua setelah Samsung.

Namun, AS dan negara-negara Barat lainnya khawatir pemerintah Cina dapat menggunakan teknologi Huawei untuk memperluas kemampuan intelijennya, meskipun Huawei sudah menegaskan tidak ada kontrol pemerintah pada perusahaan itu.

Penangkapan Meng, putri pendiri Huawei, membuat pemerintah Cina geram.

Meng ditangkap pada 1 Desember di Vancouver, Kanada, atas permintaan AS.

Dia kemudian diberikan jaminan C$ 10 juta (Rp 105,5 triliun) oleh pengadilan setempat. Namun, dia berada di bawah pengawasan 24 jam sehari dan harus mengenakan gelang kaki elektronik yang memantau keberadaannya.

Baca Juga  Amerika Serikat Putuskan Cabut Pengenaan Tarif Impor Baja dan Alumunium Asal Kanada dan Meksiko

Huawei adalah perusahaan yang disebut sebagai “juara nasional” oleh para warga Cina. Perusahaan swasta ini mengemban ambisi Cina untuk menunjukkan diri ke dunia internasional dan memimpin jalan untuk perusahaan-perusahaan Cina lain.

Namun, kini sistem peradilan AS, dengan segala kemampuannya, sedang menjerat perusahaan itu.

Baru-baru ini Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou kembali lagi ke pengadilan di Vancouver untuk melakukan pembelaan. Dalam persidangan teranyarnya, pengacara Meng bersikukuh kliennya tak melanggar hukum apapun di Kanada.

Baca Juga  BI Kini Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tahun 2019 Akan Tumbuh Di Kisaran 5%-5,4%

Dengan pembelaan itu, ia meminta agar sang penerus tahta Huawei Meng Wazhou tidak diekstradisi ke Amerika Serikat karena pelanggaran hokum.

“Inti dari kasus ini (kasus Meng) adalah kriminalitas ganda, karena itu Pemerintah China meminta Kanada untuk membebaskan Meng,” kata tim hukum Meng, dikutip dari Reuters, Rabu (22/1/2020).

Sebelumnya, Meng ditangkap karena Amerika Serikat menuding Meng memberikan informasi palsu soal bisnis Huawei di Iran kepada Bank HSBC. AS pun meminta pihak Kanada menahan anak dari Ren Zhengfei itu.

Baca Juga  Kini Makin Aman Naik Gojek, Ada Fitur Baru untuk Perlindungan Konsumen

Untuk membuktikan kalau kasus terjadap HSBC penipuan atau tidak, Pengacara Eric Gottardi berujar, “tidak (bukan penipuan). Bank tak akan menghadapi risiko pertanggungjawaban hukum di Kanada, tak ada konsekuensi hukum legal terhadap bank yang terkait dengan Iran melakukan transaksi dolar. Mereka adalah korban tak bersalah.”

Proses pengadilan menunjukkan, AS mengeluarkan surat perintah penangkapan yang ditindaklanjuti oleh Kanada pada Desember 2018 karena Meng dianggap melanggar sanksi AS dengan menutupi upaya perusahaan afiliasi Huawei yang menjual peralatan ke Iran.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here